IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

KAMMI dan BKLDK UIN Ciputat : Tolak Kedatangan Barack Obama

IndonesiaBicara.com-Tangerang Selatan, (20/02/10). Belum lagi Barack Obama datang ke Indonesia, aktivis mahasiswa menyatakan penolakannya terhadap kunjungan Presiden negara paman sam ini. Seperti yang diungkapkan oleh aktivis Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus/BKLDK UIN Syarif Hidayatullah, Ali Abdurrahman bahwa BKLDK secara organisasi menolak kunjungan Barack Obama ke Indonesia. “Kami menolak hadirnya Obama ke Indonesia,” cetus Ali.

Kedatangan Barack Obama ke Indonesia, lanjut Ali Abdurrahman, dimana Indonesia sebagai negara Islam terbesar di dunia, pastilah akan menyakiti hati negara-negara muslim yang dijajah oleh Amerika Serikat.

“Dengan diterimanya Obama dengan baik di Indonesia, sama saja sebuah pengkhianatan terhadap negara muslim yang saat ini tengah berperang dengan Amerika Serikat,” tambah Ali Abdurrahman.

Sementara itu Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia/KAMMI Kota Tangsel, Rico Chandra menduga setiap pejabat Amerika Serikat berkunjung ke Indonesia pastilah ada tujuan atau misi-misi tertentu. Biasanya misi tersebut akan menghasilkan kebijakan-kebijakan yang menguntungkan Amerika Serikat dan merugikan rakyat Indonesia.

“Kalau dianalisa kunjungan Obama ke Indonesia, ada tiga misi yaitu yang pertama adalah Misi Politik dan biasanya akan menghasilkan kebijakan-kebijakan yang menguntungkan Amerika Serikat dan merugikan rakyat Indonesia, yang kedua adalah misi agama, Obama ke Indonesia yang merupakan negara Islam terbesar didunia adalah untuk memperbaiki hubungan Amerika Serikat dengan dunia Islam, seharusnya Amerika bukan datang ke Indonesia melainkan ke negara-negara yang sedang dilanda konflik seperti Irak, Afghanistan, Palestina, disanalah Amerika harus membina hubungan baik.

Dan yang terakhir adalah misi ekonomi, Indonesia saat ini sudah menerapkan ACFTA (Asean China Free Trade Agreement-red), produk-produk China dengan mudahnya masuk ke Indonesia. Hal ini tentunya akan mengancam produk dari Amerika, sehingga permasalahan ini dianggap perlu untuk dibicarakan oleh Pemerintah Indonesia,”,papar Rico. (rintho)

Komentar ditutup.