IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Kadisdikpora Bantah Banyak Sekolah Rusak Berat Di Karangasem

IndonesiaBicara.com-Ampapura, (19/01/12). Banyaknya gedung sekolah yang rusak berat terutama Sekolah Dasar di Karangasem dibantah Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karangasem I Gede Aryasa. Saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (17/01) siang tadi, Aryasa mengatakan susah mencari sekolah rusak berat di Karangasem. Mengapa demikian?

Ramainya pemberitaan mengenai sejumlah gedung sekolah yang roboh, baik akibat diguyur hujan lebat beberapa minggu terakhir ataupun karena usianya sudah tua membuat Kadis yang baru beberapa bulan menjabat ini angkat bicara.

Sebelumnya sejumlah SD di Karangasem dikabarkan mengalami rusak berat. Seperti SD N 1 Tianyar, Kubu, satu unit gedung di Sekolah itu plafonnya jebol, SD N 5 Sibetan, Selat, gedungnya tak bisa dipakai karena belum mendapat proyek perbaikan, dan SD Filial di Munti Gunung tahun lalu temboknya juga roboh diterjang longsoran.

Selain itu SD N 2 Seraya, yang sudah rusak bertahun–tahun, kerusakannya semakin diperparah akibat diguyur hujan deras. Satu unit gedung yang memuat tiga lokal kelas roboh, sehingga memaksa empat kelas siswa belajar di bedeng beratap seng dan berdinding gedek. Selain itu, kantor guru dan ruang Kepala Sekolah di Sekolah ini juga roboh.

Aryasa mengatakan setiap sekolah yang dilaporkan rusak baik dari kepala sekolah yang bersangkutan maupun dari media massa sudah diambil tindakan. Hanya saja realisasi bantuan untuk memperbaiki sekolah itu tidak bisa langsung begitu saja, perlu dicek kebenarannya, jika benar selanjutnya seperti apa kerusakannya, apakah kategori rusak ringan, sedang, atau rusak berat.

“Sekolah-sekolah yang rusak sudah kami ketahui dan sudah diambil tindakan, hanya saja perlu bersabar untuk realisasinya. Tidak semua gedung Sekolah yang rusak bisa langsung diperbaiki, karena semuanya butuh proses”, katanya.

Mantan Kepala Sekolah SMA N 2 Amlapura ini mengatakan di Karangasem ada 365 SD, terdiri atas 2.200–an lokal atau ruang belajar. Dari jumlah itu, sekitar 300 ruang belajar atau sekitar 13, 6 persen rusak.

“Saya klarifikasi yang dimaksud rusak itu ada kategorinya, ada rusak ringan, sedang, dan rusak berat. Dari jumlah 300 ruang belajar yang rusak, sebagian besar mengalami kerusakan ringan, yang tidak sampai terlalu mengganggu kegiatan belajar mengajar. Jadi tidak semua mengalami rusak berat. Bahkan sebelum SD N 2 Seraya dilaporkan ambruk, staf saya sudah keliling Karangasem, namun susah menemukan Sekolah berkategori rusak berat di Karangasem, karena harus ada sejumlah persyaratan yang dipenuhi, jika tidak memenuhi persyaratan maka dana tidak bisa dicairkan”, katanya.

Untuk SD Filial yang temboknya roboh di Kubu, Aryasa mengatakan sudah dilakukan tindakan ditempat, dengan langsung mengucurkan dana sekitar Rp 100 juta untuk perbaikan. Sementara untuk SD N 2 Seraya yang dilaporkan rusak sejak tahun 2009, diperbaiki melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2011. Namun realisasi pelaksanaannya baru tahun 2012, karena keterlambatan juklas dan juknis pelaksanaan DAK yang baru turun Oktober tahun 2011.

Mekanisme perbaikan sekolah dimulai dari sekolah yang bersangkutan. Artinya, jika terdapat kerusakan sekolah, baik berat maupun ringan, kepala sekolah yang harus proaktif melaporkannya ke Disdikpora Karangasem. Dari laporan itu, selanjutnya baru dilakukan perencanaan dan permohonan dana ke pusat, sesuai dengan kategori kerusakannya.

Mengutip pernyataan dari Bupati Karangasem, Aryasa menjelaskan Karangasem sudah mengupayakan untuk mendapatkan dana dari pemerintah pusat sebesar Rp 14, 5 milyar yang disebut sebagai Dana Percepatan Perencanaan Infrastruktur Daerah (DPPID) khusus untuk pendidikan. Dana itu, nantinya akan digunakan untuk sejumlah proyek perbaikan fasilitas gedung Sekolah di Karangasem. (*)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 13 + 7 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.