IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

KADIN Tangsel Gelar Musyawarah Kota I

IndonesiaBicara.com-Tangerang Selatan, (30/07/10). Para pengusaha dan pelaku industri se-Kota Tangerang Selatan yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Tangsel menggelar Musyawarah Kota I (MUSKOT), kemarin (29/07).

Muskot yang digelar di Auditorium Graha Widya Bhakti, Jl Raya Puspitek, Kec Setu, Kota Tangerang Selatan sedikitnya dihadiri 500 orang yang masuk dalam Pengurus maupun Anggota KADIN Tangsel maupun KADIN Propinsi Banten.

Ketua Komite Hukum dan Ketenagakerjaan Kadin Provinsi Banten, Rinton M Simarmata, SH, mengharapkan agar Muskota I KADIN Tangsel ini dapat dijadikan contoh oleh KADIN lainnya di Propinsi Banten, karena Tangsel merupakan daerah yang cukup heterogen dan penyangga Ibukota. KADIN Tangsel diharapkan dapat mampu menjalankan amanat Undang-undang, yaitu Undang-Undang Nomor 1 tahun 1987 tentang KADIN.

“Diharapkan Muskota ini dapat berjalan dengan baik sesuai dengan peraturan. Pengusaha-pengusaha di Tangsel merupakan pengusaha yang qualify dan mampu bersaing dengan pengusaha lain,” kata Rinton.

Setelah nanti terpilih, lanjut Rinton, Ketua KADIN Tangsel diharapkan mampu menyusun rancangan pembangunan dalam sektor perekonomian, industri maupun sektor lain. “Hal ini sesuai dengan amanat UU bahwa KADIN adalah mitra pemerintah dalam membangun daerah,” jelasnya.

Terkait dengan wacana Ketua KADIN harus dari non parlemen, Rinton menyerahkan kepada peserta, “Siapapun Ketua terpilih nanti apapun latar belakangnya agar dapat melakukan sinergi dengan Pemerintah Daerah dan mampu menjembatani antara pengusaha dan pemerintah,” harapnya.

Sementara itu Penjabat Walikota Tangsel, Eutik Suarta, SH menyampaikan bahwa Pemkot Tangsel sangat terbuka dan respek dengan pembentukan KADIN Kota Tangsel. “Semoga nantinya KADIN Tangsel dapat bekerjasama dengan Pemkot Tangsel dalam melakukan pembangunan dalam berbagai sektor,” kata Penjabat Walikota.

Dalam Musyawarah Kota I KADIN Kota Tangsel ini ada empat orang Calon Ketua, diantaranya adalah Harris Wijaya (Anggota DPRD Provinsi Banten), Suryadi Hendarman (Anggota DPRD Kota Tangsel), Kemal Pasha (Pengusaha Properti) dan Frizt Herdarmin (Pengusaha Tangsel).

Hasil pemungutan suara dalam pemilihan Ketua putaran pertama yakni Harris Wijaya memperoleh 68 suara, Suryadi Hendarman memperoleh 126 suara, Kemal Pasha memperoleh 130 suara, dan Frizt Herdarmin  memperoleh 27 suara.

Dengan hasil tersebut belum ada yang memperoleh hasil 50% suara dari peserta Muskot, untuk itu diadakan putaran kedua. Dalam pemilihan Ketua putaran kedua, hasilnya sebagai berikut Suryadi Hendarman memperoleh 152 suara, dan Kemal Pasha memperoleh 178 suara.

Kemenangan Kemal Pasha yang bukan dari Anggota Dewan ini, mendapatkan dukungan dari sejumlah elemen diantaranya dari Agil Nopembryanto, aktivis mahasiswa UIN yang juga koordinator Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat Tangsel (AMPERATS).

Agil mengatakan bahwa sebagai wadah berhimpun asosiasi dunia usaha yang memiliki visi untuk mewujudkan dunia usaha Tangsel yang kuat, berdaya cipta dan berdaya saing tinggi, Kadin harus dipimpin oleh figur profesional yang memiliki kompetensi dan nilai-nilai leadership, bukan oleh orang yang sudah banyak memiliki jabatan di organisasi publik apalagi yang sedang menjabat anggota DPRD.

“Wakil rakyat diminta fokus saja pada tugas dan kewajibannya menjalankan amanah rakyat, jangan membuat rakyat marah karena mengabaikan amanah,” ujarnya.

“Saya melihat di lingkungan dunia usaha lokal di Tangsel sekarang tidak kondusif dan jauh dari kemampuan profesional. Yang nampak lebih banyak yang berorientasi proyek dan proyek APBD yang bersumber dari keringat rakyat. Pada akhirnya terjadi istilah yang kaya makin kaya, yang susah makin susah. Nah, momentum Musda Kadin Tangsel yang pertama kali ini harus menjadi pemicu ke arah yang lebih baik. Jadi jangan sampai dipimpin oleh orang yang nyambi menjadi anggora DPRD,” tegas Agil.

Dalam kesempatan terpisah, Sekjen Pemuda Integritas (PITA) Tangsel Alfian Mujahidin, yang juga Wakil Ketua KNPI Tangsel menyatakan bahwa KADIN harus konsisten dengan misinya sebagai wadah dan wahana komunikasi, informasi dan advokasi pengusaha antara para pengusaha di Tangsel dan pemerintah terhadap hal-hal yang berkaitan dengan masalah perdagangan, perindustrian, dan jasa dalam arti luas yang mencakup seluruh kegiatan ekonomi, dalam rangka membentuk iklim usaha yang bersih, transparan dan profesional, serta mewujudkan sinergi seluruh potensi ekonomi nasional.

“Ini sesuai amanah Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Jadi Kadin itu bukan organisasi buat bagi-bagi proyek,” tandasnya. (rintho).

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 6 + 11 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.