IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

K-SPSI Akan Laksanakan Pra May Day Di Setiap Kawasan Industri

Indonesiabicara.com-TANGERANG, (22/04/13). Menjelang May Day, 1 Mei 2013 mendatang, ribuan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikan Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI) akan melakukan aksi di beberapa titik lokasi yang terindikasi bermasalah. Buruh juga mengecam, pemerintahan SBY-Budiono dinilai gagal dalam menjalankan roda pemerintahan, terutama dalam menyelesaikan persoalan buruh.

“Pra May Day, tepatnya Rabu (24/04-red), nanti kami akan melakukan aksi besar-besaran. Ada empat titik yang akan kami datangi,” ujar Koordinator yang akan memimpin aksi, Gatot Subagyo kepada wartawan.

Dalam aksi perayaan May Day tahun ini, kata Gatot, atas nama DPC K-SPSI Kabupaten Tangerang, tetap akan berkomitmen dan konsisten melawan rezim kapitalis. Karena, dia menilai ada beberapa hal yang sampai saat ini belum disetujui oleh pemerintah, terkait kesejahteraan buruh.

“Pemerintah tutup mata, terkait kebijakan yang tidak pro pekerja. Kami menilai rezim SBY-Budiono ini telah gagal mensejahterakan buruh. Dan ini dibuktikan dengan masih adanya pebudakan modern. Pemerintah masih pro dengan kapitalis, atau pengusaha. Perbudakan modern, seharusnya tidak ada. Contohnya outsourcing,” paparnya.
Gatot juga menjelaskan, dalam aksi kali ini pihaknya juga menolak rencana pemerintah yang akan menaikkan BBM.

“Sebentar lagi ada kebijakan pemerintah tentang kenaikan BBM. Tahun kemarin juga sudah ada rencana, tapi buruh melakukan perlawanan. Dari situlah, pada akhirnya pemerintah menunda kenaikan BBM. Dan sekarang ada lagi. Baru saja buruh menikmati kenaikan gaji yang belum seberapa, ini malah BBM mau dinaikkan,” katanya.

Ketua DPC K-SPSI Kabupaten Tangerang, Imam Sukarsa menjelaskan, dalam aksi May Day 1 Mei mendatang, pihaknya mengajukan 6 tuntutan. Yaitu menjadikan 1 Mei sebagai libur nasional, penghapusan sistem kerja kontrak, atau outsourcing, hentikan politik upah murah, menolak pemberlakuan Undang-Undang BPJS, melawan perampasan hak tanah rakyat oleh pengembang, serta menolak rencana kenaikan BBM.

“Pada momentum Pra May Day, kami mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya kaum buruh se-Tangerang Raya untuk konsisten melakukan perlawanan terhadap rezim anti rakyat, dan anti buruh,” pungkasnya. (Aditya/*)

 

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 2 + 13 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.