IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Jutaan Generasi Muda Indonesia Rawan Ikuti ISIS

IndonesiaBicara.com-CIPUTAT (30/03/2015). Fenomena kelompok radikal ISIS yang meresahkan saat ini, perlu diantisipasi pergerakannya di Indonesia. Hal ini terungkap dalam diskusi Islam dan Kebangsaan dengan tema “Islam sebagai Penengah” yang diselenggarakan oleh PUSARA (Pusat Studi Nusantara) bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan Tafsir Hadis, di Student Center Kampus UIN Syarif Hidayatullah Ciputat, Senin (30/03).

Pengurus MUI Pusat Bidang Dakwah, KH. Cholil Nafis menerangkan bahwa Umat Islam adalah umat yang terbaik dan melahirkan sesuatu yang terbaik bukan melahirkan radikalisme yang terlihat saat ini dari pergerakan kelompok radikal ISIS yang meresahkan dan memperburuk citra Islam.

“Beragama yang baik adalah yang berada di tengah-tengah antara ifrath (Berlebih-lebihan) dan tafrith (Mengurang-ngurangi ajaran agama). Untuk itu Umat Islam harus bisa menjadi umat pertengahan (umat wasath) yang merupakan umat yang adil dan terpilih”, papar KH Cholil Nafis.

Sementara itu Akademisi UIN Syarif Hidayatullah Ahmad Zakki Mubarok berharap agar ada upaya dari para aktifis Islam moderat untuk menangkal penyebaran kelompok radikal ISIS.

“Penyebaran ideologi radikal semakin mudah masuk terutama melalui media online dan mengarahkan penyebaran ideologi garis keras kepada kalangan muda. Sehingga tidak mengejutkan jika adanya anak muda yang pergi meninggalkan tanah air dan pergi ke Syiria atau Irak untuk bergabung dengan gerakan kekhilafahan ISIS”, kata Zaki

Dengan tantangan yang semakin berat ini, tambah Zaki, maka dibutuhkan ajaran Islam moderat yang menjadikan Islam yang lebih demokratis dan pluralis, yaitu Islam yang berada ditengah-tengah dan yang Rahmatan Lil Alamin.

“Untuk itu dibutuhkan gerakan yang masif dari organisasi Islam moderat seperti NU dan Muhammadiyah untuk memberikan pemahaman Islam pertengahan”, paparnya.

Dalam kesempatan yang sama Pengamat sosial dari Lembaga Kajian Strategis Nusantara, Munfaidzin Imama mengutarakan tentang sebanyak 80 juta kaum muda di Indonesia dijadikan sasaran dari Gerakan Islam asing termasuk ISIS yang bisa menganggu persatuan dan kesatuan bangsa.

Menurutnya ISIS tidak lah mencerminkan Islam tetapi yang disayangkan adalah banyak generasi muda yang bangga terhadap ISIS. ISIS bukan Islam tetapi hanya menggunakan Islam sebagai simbol saja.

“Dibutuhkan upaya organisasi mahasiswa yang moderat untuk memberikan pemahaman yang benar tentang Islam yang Rahmatan Lil Alamin”, pungkasnya. (Rin)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Berapa jumlah 8 + 11 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.