IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Juara Fotografi Internasional Mimpi Bertemu Bupati Karangasem

IndonesiaBicara-Amlapura, (24/06/11). Menyandang prestasi dadakan sebagai Juara Karya Fotografi Internasional yang diselenggarakan Museum Ana Frank Belanda, tidak membuat sosok gadis bersahaja Ni Wayan Mertayani asal Biaslantang Amed, sombong.

Namun ditengah ketiadaannya bersama sang Ibu Ni Nengah Kiren, yang hidup di bawah rumah gubuk di bilangan pantai Amed, masih menyimpan mimpi untuk bisa bertemu Bupati Karangasem I Wayan Geredeg untuk menyampaikan impiannya memperoleh program bedah rumah untuk merubah rumahnya yang berdinding gedeg dan beratap alang-alang.

Di bawah naungan kesederhanaan rumah yang kepanasan ketika terik matahari dan bocor saat hujan datang, Mertayani pula mampu mengukir prestasi gemilang membawa nama harum Karangasem dengan menyabet gelar juara dunia Karya Fotografi yang diselenggarakan Museum Anna Frank Belanda menyisihkan peserta dari 20 negara lainnya.

Atas prestasinya itu pula Mertayani sudah terbang ke negeri kincir angin untuk menerima penghargaan dan sejumlah hadiah, berikut menjadi populer karena menjadi bidikan media massa dunia dan nasional. Tak kurang dari stasiun Metro TV dalam Acara Talk Show bertajuk Kick Andy, Mertayani tampil menggugah pemirsa dan memicu penulis novel populer Andrea Hirata untuk membagikan bukunya buat Mertayani agar bisa menjadi generasi penerus sebagai penulis handal negeri ini.

Kini setelah setahun prestasinya berlalu Mertayani yang baru duduk di bangku SMA kelas dua di SMA Swastyastu Abang. Ia diantar Ibunya menghadap Bagian Humas Pemkab Karangasem untuk dapat disisihkan waktu hendak menghadap Bupati Karangasem.

Kabag Humas Protokol Made Sosiawan menyambut baik niat Mertayani seraya meminta menyiapkan dokumen prestasinya untuk disampaikan kepada Pimpinan Daerah. Ia yakin Mertayani dapat diterima dan disambut gembira karena telah meraih prestasi yang membanggakan Karangasem apalagi dari kalangan keluarga tak mampu.

Prestasi gadis umur 16 tahun dengan bintang Pisces ini sudah membukukan autobiografi perjalanan hidupnya dengan tajuk Potret Terindah dari Bali , karya puisi dengan judul Bulan Pecah. Dalam prestasi sekolahnya pada tahun ajaran ini ia hanya meraih rangking ketujuh di kelasnya, alasannya karena saat ulangan umum kurang konsentrasi belajar akibat kesibukan terkait lomba fotografi yang diikutinya.

Sebagai hasil jerih payahnya meraih prestasi itu dan berasal dari keluarga miskin ia memperoleh beasiswa dari Kemendiknas dan PT Indo Rayon Jakarta. (*)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 5 + 3 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.