IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

JOBSTANG WUJUDKAN WARTAWAN SEHAT DENGAN BERSEPEDA

IndonesiaBicara.com – RANGKASBITUNG (16/06/2019). Komunitas Journalist On Bike South Tangerang (JobStang), Minggu (16/6) melakukan touring perdana ke Rangkasbitung, Lebak Banten. Meski personelnya terdiri baru beberapa orang, namun semangatnya dalam kampanye tentang wartawan sehat cukup dirasakan.

Sebelum berangkat, Ketua JobStang, Rinto Novianto melakukan breafing ditutup dengan doa di Stasiun Rawabuntu Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel). Tentu pengalaman ini menarik bagi anggota yang lain. Karena ini perdana dengan agenda ke berbagai tempat lainnya. Niatanya hanya untuk menciptakan wartawan sehat. Tentunya selain dapat mengenal daerah lain, utamanya pola hidup sehat.

Komunitas ini dibentuk dikarenakan semakin sadarnya tentang upaya hidup sehat bagi para jurnalis salah satuna dengan bersepeda. Dengan bersepeda tubuh akan semakin sehat dan otot motorik juga semakin terlatih sehingga para jurnalis lebih gesit dalam mencari berita di lapangan.

Selain itu lanjut Rinto sebutan sehari-harinya, bersepeda juga dapat memberikan pengalaman baru bagi para jurnalis dalam melihat keindahan alam. Untuk kali ini menjelajah dari Serpong ke Rangkasbitung dengan menggunakan sepeda lipat yang dibawa dengan Coumputerline.

“Insya Allah ke depannya JobStang ini akan menjelajah ke daerah luar Banten seperti Bandung, Cirebon dan rencananya akan menghadiri Jambore Sepda Lipat Nasional (Jamselinas) ke-9 di Palembang Sumatera Selatan pada September 2019 mendatang,” ujar Rinto.

Rombongan dengan membawa sepeda lipat merk Fold-X, sepeda yang berjaya pada masanya itu kini mulai digandrungi kalangan muda dan tua. Kendati tidak diproduksi lagi, namun onderdilnya menjamur dipasaran.

Setelah berjibaku keluar dari stasiun, tim bahu membahu melintasi pintu tiket. Tentu tak mudah. butuh bantuan karena harus hati-hati. tim pun merasa plong. Di tengah keramaian, hilir mudik penumpang, masing-masing sibuk menyetel sepedanya dari mulai stang, bodi tengah hingga pedal dan tempat duduk. Setelah semua siap, kami pun mulai gowes, menyusuri jalan-jalan protokol Kabupaten Lebak.

Daerah yang terkenal suku Badui ini, menawarkan pesona. Pertama, bersih, rapih dan udaranya segar. kami setelah mengayuh sekitar satu kilo, mampir sarapan bubur ayam. Persis di sekitar Alun-Alun.  Sambil memanfaatkan spot foto tentang Seba Badui dan kawasan persawahan yang hijau. Tak puas. Rombongan mengabadikan swafoto di depan  monumen alun-alun Rangkasbitung.

Setelah itu, melanjutkan perjalanan sekitar 20 kilometer dari Rangkasbitung menuju stasiun Maja. Tim yang belum pengalaman dalam kayuhan sepeda lipat sangat kuwalahan. Medannya yang ditempuh tidak mudah. Jalannya tidak datar seperti di Tangsel atau Jakarta. Di sana, jalan berkelok, menanjak dan menurun. terkadang tanjakan terlihat landai, namun cukup panjang. Meski setelah melewati tanjakan terasa plong, disusul dengan turunan yang membuat tim tersenyum hanya mengendalikan rem.

Rentang 20 kilometer, tim melakukan istirahat sampai tak terhitung. Semakin siang, matahari semakin panas. Belum berjibaku dengan truk-truk bermuatan pasir. Perjuangan puluhan kilo akhirnya terbayarkan memperoleh tempat duduk di Commuterline Maja – Tanah Abang. Di stasiun ini penumpang relatif sedikit ketimbang dari Rangkasbitung-Tanah Abang.

Muhamad Iqbal menyampaikan, mengikuti komunitas seperti ini membuat dirinya seperti memasuki hidup baru. Melepas rutinitas sehari-hari sebagai pewarta diimbangi dengan olahraga menjadi hidup lebih semangat lagi. ia pun mengajak kepada teman-teman yang belum bergabung untuk segera bargabung.

“Manfaatnya banyak, menjadi sehat, menjalin silaturahmi, bebas merokok, dan bebas dari narkoba. Wartawan harus sehat, karena kerjanya meliputi dua aspek, baik beban pikiran dan beban fisik. Mungkin selagi muda terlihat sehat, tapi bagaimana memikirkan nanti saat usia sudah menua, agar fisik tetap bugar maka dari sekarang olahraga. Tidak ada kata terlambat,” pungkas Iqbal. (Rin)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Berapa jumlah 10 + 13 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.