IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Jelang Pilpres Tokoh Lintas Agama Berkumpul Jaga Kondusifitas Tangsel

IndonesiaBicara.com-SERPONG (18/06/14). Keberagaman dan kemajemukan penduduk Indonesia bisa menjadi keuntungan atau justru sebaliknya bisa menjadi musibah. Demikian diungkapkan oleh Puslitbang Kehidupan Keagamaan Kementrian Agama RI, Dedi Djubaedi dalam kegiatan Pembinaan dan Temu Tokoh Lintas Agama Kota Tangsel, di Aula MAN Insan Cendekia, Serpong, Kota Tangsel, (18/6), yang dihadiri lebih dari 300 tokoh agama dan pemuda lintas Agama di Tangsel.

Menurutnya masyarakat Indonesia merupakan bangsa yang majemuk, hal ini jika dilihat secara etnis, bahasa budaya dan agama. Selain itu didalam keberagaman agama juga ada faham atau aliran. Dengan keberagaman tersebut akan muncul berbeda faham.

“Jika kita memahami kemajemukan dan perbedaan sebagai kekayaan dan keindahan maka akan menjadi keuntungan yang besar bagi negara kita. Namun sebaliknya jika salah memahaminya maka akan menjadi sumber konflik dan gesekan”, paparnya.

Kementrian Agama memiliki dua kebijakan besar dalam upaya pemeliharaan kerukunan umat beragama.

“Kementrian Agama terus berupaya memupuk kerukunan dengan cara melakukan pemberdayaan umat beragama agar mampu menangani sendiri persoalan yang terjadi disekitarnya dan membuat regulasi yang mengatur lalulintas hubungan antar umat beragama agar ketertiban, kerukunan terwujud”, terangnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Parisada Hindu Indonesia Kota Tangsel, Ketut Arnaya menuturkan sesuai dengan agama Hindu, umat manusia dilihat bukan hanya dari kekayaannya atau caranya berjalan saja tetapi dilihat dari tujuan hidup yang mulia dan bermanfaat bagi sesama.

“Kita diajarkan bahwa semua yang ada dibumi ini adalah saudara yang bersumber dari Tuhan, sehingga jika kita memahminya maka tidak akan menyakiti sesama saudaranya. Karena setiap orang akan menghadapi akibat dari segala perbuatannya sehingga harus berhati-hati dan tidak menganggu orang lain. Jika kita menyakiti orang lain sama saja dengan menyakiti diri sendiri”, kata Ketut Arnaya

Sementara itu, Maha Pandhita T Harmanto, Tokoh Umat Budha Tangsel menerangkan tentang Kerukunan antar umat beragama dalam Umat Budha di Indonesia sudah mulai diajarkan sejak jaman Majapahit dan Sriwijaya.

“Dalam kitab Sutasoma karya Mpu Tantular terdapat kata Bhinneka Tunggal Ika sebagai sebuah perekat dalam kehidupan bersama di Indonesia”, kata Harmanto.

Hal yang sama dikatakan oleh Tokoh Umat Konghucu Tangsel, WS Krisna Juanda dimana kerukunan merupakan suatu keindahan dan sebuah karunia Tuhan.

“Sebagai umat beragama kita harus saling menghormati, umat Konghucu juga sangat berterimakasih kepada Bapak Bangsa Abdurrahman Wahid atau Gusdur yang telah memberikan kesempatan sehingga Konghucu bisa berkembang seperti sekarang ini”, terangnya.

Di sesi penutup, Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany memberikan paparanya tentang jumlah penduduk Kota Tangsel saat ini mencapai lebih dari 1,3 juta jiwa.

“Penduduk Tangsel cukup besar dengan latar belakang agama dan golongan yang berbeda-beda. Dengan kondisi ini pasti kerawanan akan timbul di Tangsel. Untuk itu saya terus mengingatkan kepada tokoh agama yang hadir agar selalu menjaga kerukunan hidup beragama di Tangsel ini”, kata Airin.

Airin juga mengingatkan menjelang pelaksanaan Pilpres 9 Juli 2014 mendatang dirinya berharap agar masyarakat mau datang ke TPS.

“Partisipasi pemilih minimal harus sama dengan partisipasi Pileg 2014 lalu yang mencapai 70 persen atau bisa lebih tinggi lagi”, ujarnya.

Airin berharap agar Pilpres 2014 bisa menghasilkan presiden yang takut kepada Tuhan.
“Jika sudah takut kepada Tuhan maka pasti akan berbuat baik kepada masyarakat yang dipimpinnya”, pungkas Airin. (Rin)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 14 + 9 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.