IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Jelang Lebaran Gerbong Khusus Perempuan Diluncurkan

IndonesiaBicara-Jogja, (27/08/10). PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta akan meluncurkan gerbong khusus perempuan pada tanggal 4 September mendatang. Gerbong khusus tersebut hanya dioperasikan pada KA Prambanan Ekspres (Prameks).

Kepala Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Eko Budiyanto mengatakan, nantinya di setiap rangkaian KA Prameks terdapat satu gerbong khusus perempuan. Umumnya satu rangkaian KA Prameks terdiri dari lima gerbong. Pengadaan gerbong perempuan tersebut didasarkan pada keinginan untuk menghargai kaum perempuan yang mungkin merasa lebih nyaman berada di gerbong yang terpisah dari laki-laki. Bukannya atas dasar adanya laporan pelecehan seksual dari penumpang perempuan.

“Ya kan mungkin ada perempuan yang tidak mau kesenggol laki-laki karena bukan muhrim. Tapi kalau soal pelecehan seksual di kereta, kami belum pernah dapat laporan, karena KA Prameks tidak sepadat seperti yang ada di Jakarta,” kata Eko Budiyanto(27/08).

Lagi pula, PT KA Daop 6 Yogyakarta tahun 2009 lalu juga sempat mendapat penghargaan khususnya dalam bidang pemberdayaan perempuan tingkat propinsi. Piala dan piagam penghargaan itu sendiri diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Kementerian Tenaga Kerja karena Daop 6 memperkerjakan pegawai perempuan dan memenuhi hak-hak normatifnya.

Tarif tiket penumpang gerbong perempuan ini sama dengan tarif KA Prameks pada umumnya. PT KA juga akan menyiagakan seorang satpam di gerbong tersebut, yang tentu saja satpam perempuan.

Sementara itu menyinggung persiapan Lebaran, Eko menghimbau masyarakat pengguna jalan untuk berhati-hati terutama saat akan melintas di perlintasan KA. Pasalnya selama masa arus mudik-balik Lebaran, frekuensi KA yang melintas bertambah banyak.

“Kalau hari-hari biasa lintas KA di Daop 6 ada 86 KA tapi selama Lebaran bertambah jadi 100-an KA. Dampaknya perlintasan sebidang lebih banyak frekuensi buka tutupnya, karena itu kami harap masyarakat hati-hati, sabar dan tidak sembrono saat melintas,” pesannya.

Ia mengatakan karena banyak KA yang diopeasikan, perlintasan KA akan dilintasi KA setiap 20 menit sekali. Padahal pada hari-hari biasanya hanya satu jam sekali perlintasan dilewati KA.

Kewaspadaan masyarakat juga perlu makin ditingkatkan terutama saat akan melintasi pelintasan KA tanpa palang karena jumlahnya terbilang banyak. Di DIY sendiri dari 122 perlintasan, hanya 39 perlintasan yang dijaga, sementara 62 lainnya tidak dijaga, empat perlintasan dikategorikan liar dan terdapat 17 perlintasan tak sebidang, namun umumnya sudah dibuat underpass atau flyover.

“Untuk perlintasan liar ini tentu tidak dijaga. Perlintasan ini dibuat oleh masyarakat sendiri, karena mungkin mobilitas masyarakat di lokasi itu cukup tinggi. Padahal seharusnya kalau mau buat perlintasan harus dapat izin dari Kementerian Perhubungan,” tuturnya. (*)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 10 + 11 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.