IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

“JAMRUT” Gelar Seminar Wawasan Kebangsaan

Indonesiabicara.com—PANONGAN (29/8/2016)  Untuk memberikan pemahaman tentang wawasan kebangsaan kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Tangerang, Jaringan Mahasiswa dan Remaja Untuk Transparansi “Jamrut” menggelar seminar dengan thema Ideologi Transnasional Versus Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, bertempat di Sport Centre, Citra Raya, Senin (29/8).

Mantan anggota KPU periode 2007-2012 DR. Abdul Aziz, MM, dalam paparanya mengatakan, secara teori, demokrasi tidak mungkin berjalan tanpa negara kebangsaan, karena demokrasi hanya mungkin diterapkan dengan negara kebangsaan sebagai mediumnya. Demokrasi tidak mungkin ditetapkan di suatu negara imperial yang tidak mengenal batas-batas teritorial yang diklaim secara jelas, sah dan dipertahankan keutuhannya. Merujuk kepada konsep kebangsaan, bahwa demokrasi  Indonesia hanya bisa berlangsung dalam wadah kebangsaan Indonesia, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia. “NKRI harus dipelihara eksistensinya, untuk demokrasi yang telah diperjuangkan oleh para pendiri bangsa”, tutur Abdul Aziz.

Lanjutnya, Abdul Aziz yang juga merupakan kordinator nasional alumni pelatihan kepemiluan Internasional BRIDGE, mengatakan, kontrol masyarakat sipil atas tatakelola negara dinilai sangat penting dalam konteks pematangan demokrasi Indonesia dan kelangsungan hidup NKRI. Tugas mulia semacam ini tentu merupakan tanggung jawab semua kekuatan masyarakat sipil.

“Kini, kekuatan masyarakat sipil perlu lebih diarahkan kepada fungsi kontrol bukan hanya terhadap proses demokratisasi, melainkan  terhadap seluruh aspek tata kelola negara”, jelas Aziz.

Ketua Bawaslu Provinsi Banten, Pramono U Tantowi, menngatakan, Pemilu pada dasarnya adalah arena kompetisi dalam memperebutkan posisi eksekutif dan legislatif yang akan berakses pada sumber ekonomi yang sangat besar. Pelanggaran Pemilu menjadi bagian dari suatu pelaksanaan berpolitik, yang akan berimbas apabila tidak dilakukan penyelesaian maka akan menyebabkan hasil proses Pemilu yang dinilai cacat, sehingga masyarakat akan menjadi antipati dalam pelaksanaan demokrasi. “Pelanggaran pemilu pasti terjadi, tetapi harus cepat diselesaikan dengan baik, untuk menciptakan pemimpin yang baik”, ujar Pramono.

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 2 + 14 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.