IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

HTI Tangsel : “Waspadai Kerjasama Dengan Asing Dari Timur”

IndonesiaBicara.com-SERPONG (01/05/2015). Pelaksanaan Konferensi Asia Afrika ke-60 di Bandung bulan April 2015 lalu sudah terselenggara dengan baik. Namun menurut Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Tangerang Selatan, ada kesepakatan-kesepakatan yang harus diwaspadai.

“Peringatan KAA menghasilkan kesepakatan yang langsung berpengaruh terhadap Indonesia dan penduduknya. Salahsatunya adalah pertemuan Presiden Jokowi dengan Tiongkok dan Jepang yang membawa komitmen investasi sangat besar, sekitar seribu triliun rupiah khususnya dalam bidang infrastruktur”, jelas Ketua DPD HTI Tangsel Muhammad Al Faqar kepada IndonesiaBicara.com.

Menurutnya dominasi proyek infrastruktur oleh Tiongkok dan Jepang yang disepakati oleh Pemerintahan Jokowi akan membuat cengkeraman asing Timur semakin kuat, melengkapi cengkeraman oleh Barat yang sudah lebih dulu menancap kuat dan terus diperdalam.

Hal ini, kata Al Fakar sangat berbahaya karena jika nanti infrastruktur (pelabuhan, bandara, jalan, transportasi, pelayaran, pembangkit) dikuasai oleh Asing Timur, maka rakyat negeri ini benar-benar hanya menjadi obyek dan pasar.

“Kerjasama asing dari timur, bukan berarti berbeda dengan asing dari barat”, tambahnya.

Untuk itu HTI Tangsel menolak kesepakatan-kesepakatan dalam KAA ke-60 terutama yang melibatkan dengan bangsa asing.

“Jalan untuk menyudahi neoliberalisme dan neoimperialisme itu hanyalah dengan kembali pada petunjuk Allah SWT, yaitu dengan menerapkan syariah Islam secara menyeluruh di bawah naungan sistem Khilafah ar-Rasyidah yang mengikuti┬ámanhaj┬ákenabian”, tutup Muhammad Al Fakar. (Rin)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Berapa jumlah 3 + 5 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.