IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Hasil Evaluasi : Laporan Pelanggaran Pilkada Tangsel Paling Banyak

IndonesiaBicara.com-SERPONG (24/02/2016). Pelaksanaan Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2015 lalu dinilai cukup sukses. Hal ini terungkap dalam Rapat Evaluasi dan Pembubaran Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Pilkada Kota Tangsel 2015, di Remaja Kuring, Serpong, Rabu (24/2).

Menurut Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banten Pramono Tantowi pelaksanaan Pilkada serentak di Tangsel 2015 lalu memang paling aktif laporannya dibanding daerah lain di Banten.

“Untuk laporan dugaan pelanggaran Pilkada yang masuk ke Panwaskada di Kab Serang 7 laporan, Kota Cilegon 12 laporan dan Pandeglang ada 20 laporan, sedangkan Tangsel ada sebanyak 132 laporan yang masuk ke Panwaskada Tangsel”, ungkap Tantowi.

Jika dilihat dari segi laporan dugaan pelanggaran tersebut dapat diketahui bahwa dinamika pelaksanaan Pilkada Tangsel lebih aktif dibanding daerah lainnya.

“Patut disyukuri pelaksanaanya berjalan dengan baik tanpa ada gangguan kamtibmas yang berarti.”, katanya.

Namun demikian menurut Pramono Tantowi ada beberapa catatan dalam pelaksanaan Pilkada serentak. Salah satunya adalah terkait dengan Undang-undang Pilkada serentak 2015.

“Undang-undang ini harus diperbaiki dalam upaya penegakan hukum dalam pelaksanaan Pilkada”, jelas Tantowi.

Menurutnya banyak sekali catatan, seperti masalah politik uang dalam undang-undang sebelumnya masuk dalam pidana pemilu, sedangkan dalam Undang-undang Pilkada 2015 tidak masuk dalam Pidana pemilu.

Contoh lainnya kata Tantowi, dalam UU sebelumnya mencoblos lebih dari satu kali merupakan pelanggaran pidana pemilu sedangkan dalam UU Pilkada 2015 tidak diatur dalam pidana pemilu.

“Saya mempertanyakan saat proses legislasi di DPR kenapa hal ini bisa terjadi sehingga mengakibatkan kerancuan dan kebingungan Pengawasan Pilkada di daerah”, tambahnya lagi.

Sementara itu Ketua Panwaskada Tangsel, M Taufik mengapresiasi positif seluruh pihak yang tergabung dalam Gakumdu Pilkada Tangsel yang sudah melaksanakan tugas dengan baik terutama dalam proses penegakan hukum selama Pilkada.

“Dalam Pilkada Tangsel ada 3 laporan dan 2 temuan yang diproses dalam Gakumdu yang diduga masuk dalam pidana Pemilu. Namun setelah dilakukan kajian pasal-pasal yang berlaku dugaan pelanggaran tersebut tidak ada yang memenuhi pasal pidana sehingga tidak dilanjutkan ke proses hukum”, terang Taufik.

Dalam kesempatan yang sama Kapolres Tangsel AKBP Ayi Supardan menuturkan Atensi Kapolda Metro Jaya saat peresmian Polres Tangsel kepada Kapolres adalah salahsatunya melakukan pengamanan Pilkada Tangsel.

“Atensi Kapolda Metro Jaya secara tidak langsung sudah dilaksanakan seiring berjalannya Pilkada dengan aman dan lancar”, ucap Ayi Supardan.

Kapolres juga mengapresiasi Gakumdu yang sudah melaksanakan tugasnya dengan baik walaupun tidak ada pelanggaran yang diteruskan ke proses hukum pidana.

“Walaupun tidak ada yang lanjut ke proses hukum, namun Sentra Gakumdu sudah berjalan maksimal”, pungkasnya. (Rin)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Berapa jumlah 3 + 10 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.