IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Harlah NU dan Politik Kebangsaan

Suasana Harlah NU yang ke-85 yang dirangkai dengan HUT Kabupaten Lombok Utara ke-3 di Madrasah Islahul I'ttihat Dusun Penjalin Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung.

IndonesiaBicara-Lombok Utara, (28/07/11). Hari Ulang Tahun Nahdatul Ulama (Harlah NU) yang ke-85 yang dirangkai dengan HUT Kabupaten Lombok Utara (KLU) ke-3¬† bertempat di Madrasah Islahul I’ttihat, Dusun Penjalin, Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Rabu (27/07) dihadiri ribuan warga Nahdiyin Bumi Tioq Tata Tunaq.

Pada Harlah NU yang pertama di KLU sejak terbentuknya KLU dan Kepengurusan PC NU KLU pada tahu 2010 tampak hadir undangan dari berbagai kalangan, mulai dari unsur Pemerintah sampai Organisasi Kemasyarakatan (ormas) yang ada di Lombok Utara.

Drs Mahfud MM Ketua DPW NU Propinsi NTB dalam sambutannya menyampaikan gagasan dan cita-cita para pendiri NU saat era pergerakan kemerdekaan sampai era kemerdekaan dan era reformasi. Menurutnya NU hanya berkepentingan terhadap menjaga keutuhan kebangsaan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan yang universal sehingga mindset atau kerangka berpikir kaum Nahdiyin dalam konteks Negara Kesatuan adalah Politik Kebangsaan.

Politik kebangsaan, menurut Mahfud adalah suatu upaya dimana tujuan akhir dari semua aktifitas politik di Negara yang bhinneka atau majemuk adalah terciptanya persatuan dan kesatuan, saling menghargai dengan penuh toleransi sehingga siapa saja dan dari kelompok mana saja berhak dan berkewajiban dalam Bela Negara dan mempertahankan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

“Jika persatuan dan kesatuan terpelihara maka teroris sulit menyusup dan bersembunyi ketengah-tengah masyarakat. Menurutnya aktivitas para teroris kebanyakan berada di wilayah-wilayah yang NU nya lemah seperti Kabupaten Bima,” ungkapnya.

Selain itu Mahfud juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah KLU. “Terus terang saya baru pertama kali mengikuti Harlah NU yang dihadiri oleh Bupati, Wakil Bupati dan Ketua DPRD secara bersamaan,” ujarnya.

Kondisi seperti ini harus tetap terjaga demi suksesnya pelaksanaan pembangunan yang pada akhirnya akan mampu mensejahterakan masyarakat. Diakhir sambutannya mengumumkan kepada para pimpinan pondok pesantren (Ponpes) bahwa pada tanggal 30 juli akan di adakan penilaian oleh PBNU bersama Kementerian Lingkungan Hidup terhadap Ponpes-ponpes yang mampu menjaga kebersihan lingkungan pondoknya.

Djohan Syamsu : Tugas Pokok Saat Ini Ialah Meletakkan Pondasi Pemerintahan

Sementara itu Bupati KLU H Djohan Syamsu dalam sambutannya lebih banyak mengungkapkan tentang program-program prioritas selama masa jabatannya memimpin daerah termuda di NTB. Menurutnya program prioritas  merupakan hasil dari pemetaan terhadap permasalahan mendasar masyarakat Dayan Gunung seperti kebutuhan akan air bersih, listrik dan infrastruktur jalan.

“Kedepan, Insya Allah, KLU tidak Lagi menyandang rating IPM terendah dan persentase tingkat kemiskinan akan menurun dari 43,17 %,” janji Djohan Syamsu.

Tugas kami sebagai Kepala Daerah pertama KLU, ungkap Djohan adalah meletakkan dasar pemerintahan sebaik-baiknya.

“Untuk itu, saya bersama Wakil Bupati H Najmul Akhyar berharap dukungan dan partisipasi semua masyarakat Dayan Gunung,” imbuhnya.

Menjawab harapan Ketua Panitia Harlah kepada Pemda KLU untuk memberikan sebidang tanah Pemda yang kebetulan berada di dekat Madrasah Islahul Ittihat, Bupati menerangkan akan membahasnya secara kelembagaan bersama DPRD. (pul)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 15 + 3 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.