IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Hardiknas, Kota Mataram Diwarnai Aksi Unjuk Rasa

IndonesiaBicara.com–Mataram, (02/05/11). Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada tanggal 2 Mei diwarnai aksi unjukrasa oleh Mahasiswa dan pelajar disejumlah kantor-kantor intansi pemerintah serta vertikal.

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Keguruan dan Ilmu Pendidikan Seluruh Indonesia (IMAKIPSI) NTB dan Ikatan Pelajar Mahasiswa Muhamadiyah menggelar aksi unjukrasa di perempatan BI Mataram. Sebelumnya, para mahasiswa ini menggelar aksi yang sama di Kantor Disdikpora NTB.

Isa Ihromi yang mewakili IMAKIPSI dalam orasinya mengatakan, aksi unjukrasa yang dilakukan hari ini selain untuk memperingati Hardiknas juga untuk menyikapi lemahnya kebijakan pendidikan nasional dalam memajukan kondisi pendidikan yang ada di Indonesia pada umumnya dan NTB pada khususnya.

“ Kondisi pendidikan Indonesia kian hari bukan malah membaik akan tetapi semakin bobrok,” tegasnya.

Menurutnya, kemajuan di bidang pendidikan merupakan salah satu solusi jitu dalam rangka mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah harus memperhatikan masalah pemerataan pendidikan.

”Kita bisa lihat kualitas pendidikan di kota dengan di desa sangat jauh sekali berbeda,” ujarnya.

Dikatakannya, pemerintah membuat terobosan dengan Program Profesi Guru (PPG) yang dialokasikan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Akan tetapi, program tersebut justru membuat persoalan dan kesenjangan di kalangan pendidik. Sehingga, dengan kondisi seperti itu para siswa didik jadi tidak nyaman dalam belajar.

”Katanya pemerintah menganggarkan 20 persen untuk pendidikan gratis, tapi mana buktinya sampai sekarang belum terlihat realisasinya sama sekali,” pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator IPM NTB Adi Gunawan dalam orasinya menegaskan, bahwa pendidikan merupakan suatu proses untuk mentransformasikan ilmu pengetahuan yang bertujuan untuk memajukan taraf berfikir dan kebudayaan manusia. Namun, dalam prakteknya justru malah terbalik. Dimana pendidikan justru diperuntukan untuk menciptakan tenaga kerja yang murah dengan skill yang minim.

“Hal itu justru akan menimbulkan praktek komersialisasi pendidikan atas nama partisipasi masyarakat padahal tidak demikian,” tegasnya.

Setelah lama berorasi di perempatan Bank Indonesia kedua ikatan mahasiswa tersebut kemudian memisahkan diri, IMAKIPSI melanjutkan aksi ke Kantor Gubernur sedangkan IPM NTB ke Kantor DPRD NTB.

Diakhir orasi para mahasiswa dan pelajar meneriakkan tuntutan mereka kepada pemerintah diantaranya, mendesak pemerintah agar bertanggung jawab terhadap bobroknya situasi pendidikan, serta mewujudkan pendidikan gratis. (Ary)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 10 + 5 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.