IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Gizi Gaplek dan Beras Berimbang

IndonesiaBicara-Amlapura (21/09/11). Kandungan gaplek sesungguhnya setara sebagai pengganti beras bukan tanpa gizi, antara lain mengandung karbohidrat 81,3 gram/100 gram sementara beras hanya mengandung 78,9 gram/100gram, sementara kandungan mineralnya dua kali lipat dibanding beras giling, demikian juga kalsium jauh lebih tinggi mencapai 80 gram disbanding beras hanya 6 gram, sedangkan kalorinya juga sebanding yakni gaplek 338 kalori/100gram sementara beras 360 kalori/100gram.

Jadi gaplek bukanlah bahan makanan yang buruk atau keliru menganggap gaplek rendah gizi. Demikian diungkapkan Ketua Pusat Pengkajian Makanan Tradisional Universitas Udayana Prof  I Ketut Suter, menyikapi maraknya pemberitaan tentang warga yang mengkonsumsi gaplek yang dicampur beras.

Sebagaimana disebutkan Kadis Pertanian I Komang Subratayasa, (19/09) bahwa adanya kebiasaan warga mengkonsumsi gaplek disaat musim paceklik/musim kemarau sudah dilakukan dari dahulu sebagai pencampur beras. Dikatakan, makan nasi bercampur gaplek dengan perbandingan 1 kg berbanding 1/2 kg dimasa musim kemarau saat ini di wilayah-wilayah kering seperti Kubu Abang dan daerah lainnya.

Hal itu bukan disebabkan karena warga tidak mampu membeli beras tetapi memang merupakan budaya diversifikasi pangan yang sudah biasa dilakukan. Sementara beras miskin yang dibagikan kepada warga memang tergantung kesepakatan di desa untuk menjabarkan jatah yang sudah diamprahkan dari desa dinas.

Kepala Dinas Sosial I Made Sosiawan mengaku sudah melapor kepada Bupati dalam mengantisipasi masa kemarau saat ini seraya melakukan pendataan ke bawah untuk mengecek kondisi riil di masyarakat. Jika memang benar terjadi kelangkaan beras nantinya Pemkab Karangasem berencana bakal melakukan suplai beras murah untuk membantu masyarakat di kantong-kantong kekeringan.

Hingga kini penyaluran Raskin di Kabupaten Karangasem masih relatif lancar dengan mekanisme pengamprahan sesuai sistim yang telah ditetapkan yakni diamprah langsung Perbekel difasilitasi Dinas Sosial atau langsung ke pihak Bulog. Dalam pembagian raskin tetap mengacu pada peraturan dari Bulog serta disesuaikan dengan kesepakatan di desa.

Program penyaluran Raskin cukup membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan terutama beras, karena harganya cukup murah yakni Rp 1.600 per kg.

Sementara itu Bupati Karangasem I Wayan Geredeg menyikapi serius antisipasi ketersediaan pangan untuk masyarakat Karangasem dalam menghadapi musim kering tahun ini. Jika memang benar nantinya berdasarkan hasil pemantauan/penelitian di masyarakat mengalami kekuarangan pangan segera bakal disuplai stok beras yang sudah disiapkan mencapai 100 ton.

Sejauh ini kebutuhan akan pangan daerah masih belum ada menunjukkan gejala kekurangan pangan, hanya kebiasaan mengkonsumsi beras yang dicampur gaplek bagi sejumlah masyarakat di daerah atas dan wilayah kering, sudah merupakan tradisi disaat musim paceklik. (*)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 6 + 14 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.