IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Garap Kemiskinan, Kemenko Kesra Lakukan Sosialisasi di Karangasem

IndonesiaBicara-Amlapura, (03/04/11). Sebagai wujud implementasi program aksi dalam menangai kemiskinan, Kemenko Kesra melalui Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat, melaksanakan sosialisasi tentang Tanggung Jawab Sosial/Corporate Social Responsibility (CSR) dan Program Aliansi Strategis untuk Penanggulangan Kemiskinan (Aspek) atau Strategis Alliance fo Poverty Alleviation on Indonesia (SAPA–Indonesia) yang disinkronkan dengan Integrasi Progran PNPM Mandiri sebagai pengembangan kebijakan nasional dalam rangka penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.

Wakil Bupati Karangasem I Made Sukerana, ketika membuka sosialisasi tersebut beberapa waktu lalu mengatakan, Kabupaten Karangasem memiliki luas wilayah 839,54 km persegi  yang merupakan 14,90% dari luas Pulau Bali. Kabupaten ini terbagi kedalam 8 wilayah Kecamatan, 78 Desa diantaranya 75 Desa definitif dan 3 Kelurahan, didukung 529 Banjar Dinas dan 52 Lingkungan, dengan jumlah penduduk sebanyak 432.791 jiwa terdiri 216.401 laki-laki dan 216.390 perempuan.

Sementara mata pencaharian penduduk Kabupaten Karangasem sebagian besar di sektor pertanian dalam arti luas meliputi tanaman pangan, peternakan, perikanan, perkebunan dan sebagian di sektor jasa.

Dikatakan, dalam hal kemiskinan Kabupaten Karangasem merupakan salah satu Kabupaten di Bali yang memiliki angka kemiskinan masih cukup besar, berdasarkan pemutakhiran data tahun 2009 tercatat KK miskin di Karangasem berjumlah 33.199 Rumah Tangga Miskin (RTM), menurun 20,63% dari kondisi tahun 2006 sebanyak 41.826 RTM. Upaya penurunan angka kemiskinan merupakan program prioritas sejalan dengan target MDGs (Millenium Development Goals-Red) tahun 2015 untuk bisa menurunkan angka kemiskinan sampai 50%.

Untuk menghadapi target dimaksud perlu ditempuh secara tepatguna percepatan pembangunan guna meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat. Masalah kemiskinan merupakan tantangan seluruh pemangku kepentingan pembangunan bangsa sehingga merupakan tanggungjawab bersama baik pemerintah, masyarakat, pelaku bisnis, kaum perempuan, kelompok miskin dan kaum marginal, harus bahu-membahu bekerjasama agar dapat keluar dari lingkaran kemiskinan.

Ditegaskannya, salah satu strategi dalam penanggulangan kemiskinan, diantaranya melalui sosialisasi program CSR, SAPA dan Integral Program PNPM Mandiri yang dinilai penting untuk dilaksanakan mengingat pemahamannya belum merata dan maksimal. Melalui sosialisasi bakal diperoleh informasi detail, terkait keberadaan program penanggulangan kemiskinan yang perlu disinergikan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, sekaligus membuka wawasan bersama dalam menyusun strategi dan program percepatan pengentasan kemiskinan di Karangasem.

Kepala Bappeda Kabupaten Karangasem diwakili Sekretaris I Ketut Sumarta mengatakan, jumlah rumah tangga miskin di Kabupaten Karangasem seluruhnya mencapai 114.986 RTM dengan pertumbuhan pada tahun 2008 tercatat sebesar 0,49 % per tahun dengan tingkat kepadatan mencapai 516 jiwa per km. Sedangkan PDRB Kabupaten Karangasem sesuai harga berlaku sebesar Rp 9.477.310,84 per kapita dengan laju pertumbuhan 15,05 %, sedangkan sesuai harga konstan sebesar Rp 4.514.673,36 dengan pertumbuhan 5,01%, dimana total jumlah angka RTM saat ini mencapai 33.199 RTM.

Disebutkan Ketut, menyangkut struktur perekonomian Karangasem secara primer tercatat mengalami pergeseran turun 0,46% dari keadaan 32,06% pada tahun 2008 menjadi 31,60% tahun 2009, sedangkan sektor sekunder tidak mengalami perubahan tetap sebesar 12,67% disusul sektor tersier mengalami kenaikan sebesar 0,46% dari 55,27% menjadi 55,73 % tahun 2009.

Sementara PAD dalam 6 tahun terakhir juga mengalami kenaikan pada setiap tahunnya, berturut-turut pada tahun 2005 PAD tercatat tercapai Rp 22.477.659.016,00, berhasil dikatrol naik pada tahun 2006 sebesar Rp 26.032.214.613,00 (14%). Memasuki tahun anggaran 2007 PAD Karangasem kembali naik sebesar Rp 33.627.491.660,02 (23%), disusul kenaikan signifikan pada tahun 2008 sebesar Rp 37.578.244.082,25 (22%).

Demikian pula memasuki tahun anggaran 2009 PAD juga berhasil dinaikkan kembali sebesar Rp 42.967.808.880,81 (14%) disusul kenaikan yang sama di tahun tahun 2010 sebesar Rp 47.808.904.000,00 (13%). Kini di tahun anggaran tahun 2011 PAD Karangasem ditargetkan sebesar Rp 54.527.049.000,00 (14,07%) dan diasumsikan bisa tercapai hingga 70 bahkan sampai 100 milyar rupiah.

Lebioh lanjut lagi Ketut menyatakan, program kemiskinan di Kabupaten Karangasem yang dialokasikan tahun 2011 dapat mencapai sasaran untuk: menurunkan RTM dan pengangguran, peningkatan ketrampilan pencari kerja, peningkatan aksesibilitas masyarakat miskin terhadap pelayanan sosial dasar, peningkatan kesempatan berusaha bagi masyarakat miskin.

Sementara program yang dibiayai dari sumber belanja daerah terkait penanggulangan kemiskinan antara lain: peningkatan akses masyarakat miskin terhadap layanan kesehatan, pendidikan, infrastruktur dan kesempatan memperoleh pekerjaan, pengembangan dan pemberdayaan usaha ekonomi produktif, peningkatan dan perlindungan dan rehabilitasi sosial masyarakat.

Sedangkan program penanggulangan kemiskinan yang pernah dilaksanakan di Kabupaten Karangasem meliputi: Program IDT, JPS, Proyek Peningkatan Pendapatan Petani dan Nelayan Kecil (P4K), Kukesra, Takesra, Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Kelompok Belajar Usaha (KBU), UP2K, UED-SP, Pemberdayaan Daerah dalam Mengatasi Dampak Krisis Ekonomi (PDM-DKE), Lumbung Pangan Masyarakat Desa (LPMD), P2WKSS, BKB, PMT-AS, Unit Peningkatan Gizi Institusi (UPGI), Penanggulangan Pekerja Anak (PPA), Diversifikasi Pangan dan Gizi, P2LDT, PSAB, Unit Pengelolaan Sarana/Kelompok Pemakai Sarana (UPS/KPS), PKT, PPWT, CBD, PEMP, PPK, PKPS – BBM, PNPM-Mandiri, BLT, P2K-PDT, Bedah Rumah, dan Simantri.

Untuk program Bedah Rumah yang dibiayai dari APBD Kabupaten Karangasem pada tahun 2010 bernilai sebesar Rp 200 juta, menyasar 20 rumah di 8 Kecamatan, sedangkan yang bersumber dari dana APBD Propinsi pada tahun 2010 bernilai sebesar Rp 5,262 milyar, untuk membiayai pembangunan 202 unit rumah. Sementara tahun 2011 juga dilaksanakan program pengembangan perumahan melalui PU Kabupaten senilai Rp 270 juta.

Untuk program semacam dari tahun 2007–2009 dengan sumber APBD Kabupaten maupun Propinsi juga dilaksanakan program Bantuan Stimulan Pembangunan Perumahan Swadaya dan PKP tahun 2010 dari Kemenpera antara lain: pada tahun 2007 dibangun sebanyak 50 unit perumahan dengan nilai sebesar Rp 250 juta, menyusul tahun 2008 juga dibangun kembali sebanyak 100 unit dengan nilai sebesar Rp 500juta ditambah dana pendamping dari Kabupaten sebesar Rp 50 juta.

Untuk tahun anggaran 2009 dibangun kembali sebanyak 100 unit dengan nilai Rp 840 juta, disusul tahun anggaran 2010 Karangasem juga memperoleh program Peningkatan Kualitas Perumahan (PKP) sebanyak 200 unit dengan nilai total sebesar Rp 1,8 milyar.

Pada pembangunan lainnya dalam kerangka menggenjot penggarapan kemiskinan Pemprop Bali melalui program Bali Mandara juga menggelontor program Simantri (Sistim Pertanian Terintegrasi) yang dimulai tahun 2009 dengan nilai sebesar Rp 376 juta dengan sumber dana APBD Propinsi, dilaksanakan di Kecamatan Kubu.

Sedangkan pada tahun 2010 juga bersumber dari APBD Propinsi Program Simantri menggelontor kembali dananya mencapai Rp 1,95 milyar yang dilaksanakan 9 Gapoktan di Kecamatan Abang, Kubu dan Bebandem. Sedangkan untuk dana pendampingan bagi pelaksanan kegiatan Simantri juga dikucurkan dari sumber dana APBD Kabupaten tahun 2010 sebesar Rp 105 juta.

Narasumber Pemerintah Pusat yaitu Wakil Ketua Komite Tetap Peningkatan Produktifitas KADIN Pusat Rachmat Purwono, MBA mengatakan, kendala penerapan CSR menjadi risiko perusahaan dan ketidakpastian bagi masyarakat yang dapat mengganggu dan terkait dengan kepercayaan serta citra perusahan.

Antara lain kendala tersebut meliputi keberadan perijinan birokrasi, bentuk CSR yang tidak sesuai kebutuhan, keterbatasan sumber daya, manfaat tidak langsung bagi perusahaan, paradigma budaya lokal yang tidak selaras dan masih dianggap sebagai biaya oleh perusahaan, tidak ada peta alokasi CSR, lemahnya komitmen perusahaan, adanya agenda terselubung, tidak berkelanjutan dan interaksi dengan banyak stakeholder.

Sementara yang menjadi fokus kegiatan CSR meliputi: seluruh peluang bidang ekonomi dasar yang memiliki peluang untuk dikembangkan, peluang kegiatan sosial yang memiliki dampak perbaikan ekonomi sosial masyarakat, seluruh kegiatan yang berdampak pada eksploitasi konservasi dan antisipasi/mitigasi hingga perbaikan pasca bencana serta seluruh kegiatan kelembagaan dan penguatan kapasitas kelembagaan yang dapat mengantarkan kepada pertumbuhan dan kemandirian masyarakat untuk berperan dalam pembangunan komunitas yang berkelanjutan.

Guna mendukung pelayanan prima kepada masyarakat dilaksanakan prinsip lima pilar meliputi keterbukaan (Openness), Keterlibatan (Participative), Kesesuaian (Effectiveness), Penerimaan (Aceptability), Solid dan Berpola Spesifik (Coherence).

Dalam pelaksanaan CSR juga direkomendasikan agar mampu menyusun daftar isu sosial, menyeleksi daftar isu, ada proses komunikasi sosial, ada unsur timbal balik, ada komitmen berbagi dan adanya dukungan politik.

Disamping itu rekomendasi juga mencakup: mempersiapkan usulan terpadu tentang fokus isu sosial yang akan dibantu dengan mengembangkan opsi-opsi inisiatif sosial yang tepat dengan kebutuhan masyarakat, memberikan partisipasi aktif dan komitmen total pada tahap implementasi secara serius dan bekerjasama dengan masyarakat maupun stakeholder yang terkait, membantu aspek administrasi program semaksimal mungkin dalam menyelesaikan masalah yang timbul, membantu memantau kegiatan dan mengukur keberhasilan program maupun inisiatif sosial serta memberikan penghargaan kepada semua pihak terkait pada semua bentuk keterlibatan melaksanakan inisiatif atau program sosial yang dilaksanakan. (*)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 15 + 9 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.