IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Gara-gara Atraksi Motor, Wahyu Jadi Korban

IndonesiaBicara-Unaaha, (28/02/10). Anak Wakil Bupati Konawe, berinisial B diduga menganiaya Wahyu (16) warga Kelurahan Tumpas di pelataran MTQ Konawe pada Sabtu malam (13/02). Diduga penyebabnya hanya karena atraksi motor.

Korban penganiayaan Wahyu mengatakan, dirinya sebelumnya saat itu tengah atraksi motor bersama teman-temannya, Sudi, Bahtiar, Rian dan Ansar, tiba-tiba pelaku datang memegang kerah bajunya, dan mengatakan,”Kenapa tempel-tempel gas didepanku, tetapi tidak langsung melakukan pemukulan karena teman-temanku banyak, yang saya herankan kenapa hanya saya yang dipukul sementara yang lain juga tempel-tempel gas,” katanya

Wahyu menambahkan, tidak hanya sampai disitu, kemudian pelaku pulang dan tidak lama kemudian datang dengan membawa banyak teman-temannya dalam keadaan mabuk, karena bau minuman dan langsung memukul dirinya sampai babak belur, tetapi dirinya tidak bisa melawan karena yang memukulinya empat orang.

“Ada empat orang memukul saya, dua orang pelaku saya kenal persis dia anaknya Wakil Bupati, selain dia satunya itu iparnya yang polisi, sementara yang keduanya, satu penjual ayam potong di Wawotobi yang satunya saya tidak tahu, hanya rambutnya gondrong,” kata Wahyu.

Sementara itu saksi korban yang juga teman korban Sudi mengatakan, pelaku setelah pulang sekitar setengah jam kemudian, datang bersama teman-temannya sekitar tiga puluh orang. Akan tetapi yang saksi lihat hanya empat orang yang melakukan pemukulan. “Kejadiannya didepanku hanya berjarak satu meter saja,” katanya

Saksi lainya yang berada di TKP, yang juga teman korban Ansar mengatakan, dirinya melihat secara jelas, karena kejadiaannya didepan saya dan yang dilihatnya empat orang yang melakukan pemukulan dan rata-rata mereka memukul dibagian kepala korban.

Demikian juga Bahtiar, yang juga ikut menyaksikan pemukulan saat itu, bersama teman-temannya lagi duduk diatas motor, kemudian pelaku bersama temannya menariknya dan memukulnya, setelah memukul kemudian mereka pulang, korbanpun bersama teman-temannya langsung melapor ke Polres Konawe malam itu juga.

Sementara itu keluarga korban Sani, mengatakan, pihak keluarga sangat menyesalkan kejadian itu, pihak keluarga tidak mau melakukan upaya damai, dan akan melanjutkan kasus tersebut. “Kita tidak mau berdamai, apalagi korban, sangat tidak mau karena dia yang merasakan pemukulan itu,” tuntasnya. (KmK)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 9 + 2 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.