IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Gambar Calon Walikota Tangsel Dicopot Dishubkominfo

IndonesiaBicara.com-Tangerang Selatan, (29/06/10). Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan penertiban terhadap stiker calon walikota di angkutan kota (angkot), Selasa (29/06). Penertiban itu dilakukan karena adanya laporan dari masyarakat rawannya tindakan kejahatan di dalam angkot yang ditempeli stiker di kaca belakang karena tidak terlihat dari luar.

Hasilnya, puluhan dari stiker kandidat berhasil dipreteli petugas Dishubkomnfo Kota Tangsel, diantaranya milik Airin Rachmi Diany yang merupakan adik ipar Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang juga pernah kalah dalam pemilihan bupati dan wakil bupati dalam Pilkada Kabupaten Tangerang lalu. Selain itu juga didapati stiker milik kandidat lain seperti Iskandar, Harry Mulya Zein dan Achmad Suwandhi.

“Kami menerima laporan banyak terjadi aksi kejahatan di dalam angkot. Karena, kaca belakang tertutup sehingga para pelaku kejahatan dapat leluasa mengancam penumpang. Selain itu, juga rawan kecelakaan karena pengemudi terhalang untuk melihat kebelakang,” kata Wijaya Kusuma, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishubkominfo Kota tangsel yang ditemui indonesiabicara.com saat melakukan penertiban stiker di Jalan Siliwangi, Pamulang, Kota Tangsel.

Selain adanya laporan meningkatnya tindakan kriminalitas di dalam angkot, penertiban tersebut juga dilakukan atas intruksi dari Penjabat Walikota Tangsel M Shaleh. “Kita akan terus melakukan penertiban stiker di angkot ini dan kita tidak akan tebang pilih,” ucapnya.

Selain itu, stiker calon yang menutupi seluruh kaca mobil angkutan umum juga melanggar aturan. Diantaranya, UU RI Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang disempurnakan melalui Undang-undang RI Nomor 22 Tahun 2009. Raklame berjalan itu juga melanggar PP Nomor 43 Tahun 1993 tentang kendaraan dan Pengemudi dan Keputusan Menteri Nomor 71 Tahun 1993 tentang pengujian kendaraan bermotor.

Ketua Gabungan Perusahaan Sopir Indonesia (GAPERSI) Tangsel, Reza Tumanggor menyambut baik langkah yang dilakukan oleh Dishubkominfo Kota Tangsel. Reza juga menekankan kepada seluruh sopir angkutan umum untuk tidak terlalu bersikap pragmatis. “Stiker calon itu memiliki bahaya yang lebih tinggi dibandingkan uang yang diterima,” ucapnya.

Sementara itu, Tomi, salah seorang supir angkot D 26 Jurusan Pamulang-Muncul mengaku dirinya menerima uang sebesar Rp 100 ribu untuk pemasangan alat propaganda kampanye tersebut dari tim sukses kandidat. “Cuma dibayar sekali doang dari tiga bulan lalu,” kata Tomi. (rintho)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 3 + 8 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.