IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

FSBKU TOLAK PERTAMBANGAN PASIR DI BANTEN

Indonesiabicara.com—CIKUPA (18/10/2017) Puluhan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Karya Utama (FSBKU) Tangerang, memberikan sikap tegas terkait masih adanya aktifitas penambangan pasir di wilayah perairan Propinsi Banten.

 

Perwakilan FSBKU Tangerang Jayadi kepada Indonesiabicara.com mengatakan, Setelah terbitnya surat pencabutan Moratorium yang diterbitkan kementrian kordinator Kemaritiman sejak tanggal 5 Oktober 2017, dinilai telah membuat gaduh pasalnya, ancaman kerusakan lingkungan di perairan teluk Jakarta tempat proyek reklamasi berada maupun di wilayah perairan Banten, membuat kelestarian laut dan sumber kehidupan masyarakat pesisir menjadi rusak.

“Hampir belasan tahun perairan teluk Banten di Kecamatan Tirtayasa, Tanara dan Pontang Kabupaten Serang maupaun di perairan selat sunda di Kecamatan Anyer telah menjadi zona penambangan pasir laut, yang mengakibatkan nelayan kehilangan mata pencarian”, jelas Jayadi.

Lanjutnya, FSBKU bersama Gerakan Rakyat Banten Selamatkan Nelayan (GRBSN) secara tegas menolak aktivitas penambangan pasir laut diwilayah pesisir dan Pulau-pulau kecil di Provinsi Banten, karena dinilai telah melanggar hak rakyat yang dijamin dalam UUD 1945. Reklamasi dan penambangan pasir laut menghilangkan wilayah kelola nelayan tradisional dan memperparah pencemaran laut.

“Jika proyek reklamasi dilanjutkan akan mengusur wilayah tangkapan nelayan dan menggusur pemukiman nelayan itu sendiri, dan dampak buruknya masyarakat nelayan akan mengalami degradasi kwalitas hidup”, tandas Jayadi. (Adit/*)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Berapa jumlah 2 + 4 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.