IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

FKPPMS-Mataram Demo DPRD NTB Guna Menekan Pemerintah Untuk Menyelamatkan TKI

Aksi teatrikal FKPPMS-Mataram, menggambarkan kejadian hukuman pancung yang diterima oleh Sumartini.

IndonesiaBicara.com – Mataram, (04/07/11). Aksi solidaritas keprihatinan nasib yang dihadapi para TKI yang merupakan pahlawan devisa yang tersangkut kasus hukum diluar negeri, digelar oleh puluhan mahasiswa.

Aksi tersebut digelar sekitar dua puluh mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Samawa (FKPPMS) Mataram, di depan Kantor DPRD NTB, Senin pagi. Dan dalam aksinya, para mahasiswa ini menuntut kepada pemerintah agar menyediakan lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya bagi rakyat.

Bukan itu saja, para mahasiswa ini juga meminta agar segera diambil langkah-langkah nyata untuk menyelamatkan para buruh migran yang saat ini masih teraniaya di luar negeri.

Dalam aksi kali ini, para mahasiswa juga sempat menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan bagaimana Sumartini yang dituduh menyihir anak majikan tersebut dipancung oleh seorang algojo sambil ditonton oleh majikannya dan Pemerintah yang hanya diam membisu.

“Pemerintah harus menyelamatkan Sumiati dari hukuman gantung,” ucap dengan lantang koordinator aksi Samsi Hidayat saat berorasi di perempatan jalan Bank Indonesia.

Menurutnya, saat ini masih ada sekitar delapan orang TKI yang nasibnya sama dengan Sumartini dan mereka sama-sama menunggu keputusan dieksekusi. Lanjutnya, FKPPMS-Mataram minta Pemerintah Daerah maupun Pusat untuk segera mengambil langkah-langkah untuk menyelamatkan nyawa para pahlawan devisa tersebut.

“Mereka bekerja keluar negeri bukan kehendak mereka namun karena lapangan kerja masih kurang,” paparnya.

Para mahasiswa ini juga mendukung penuh langkah yang diambil oleh Pemerintah dengan mengeluarkan keputusan penghentian pengiriman TKI ke luar negeri, namun tentunya harus dibarengi dengan penyediaan lapangan kerja tentunya.

Sementara itu keinginan dari para mahasiswa ini selaras dan sejalan dengan keinginan dari pihak anggota DPRD NTB.

Ketua Komisi IV DPRD NTB, H Patompo Adnan, menanggapi tuntutan massa aksi terkait dengan nasib yang sedang dihadapi oleh TKW asal NTB yang akan dihukum pancung, mengatakan dalam waktu dekat ini akan segera mengirimkan surat ke Pemerintah Pusat yaitu presiden agar bisa secepatnya membantu menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Kami akan mendorong Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat untuk selesaikan permasalahan yang dihadapi oleh para TKI,” ucapnya dihadapan massa aksi.

Sedangkan salah seorang anggota Komisi IV Endang Yulianti, menyatakan mendukung pemghentian pengiriman TKW Arab Saudi.

“Daripada TKW asa Indonesia dikirim ke luar negeri hanya untuk di siksa, dibunuh bahkan diperkosa, lebih baik Pemerintah membuka lapangan kerja untuk para TKW di Indonesia,” tegasnya. (Ary)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 13 + 15 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.