IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

DPRD Tangsel Jangan Mencari Kambing Hitam

Rudy Gani, aktivis HMI Badko Jabotabeka Banten.

IndonesiaBicara-Tangerang Selatan, (02/11/10). Karena kinerja DPRD Kota Tangerang Selatan belum maksimal, mereka dengan mudah mencari kambing hitam guna mengalihkan perhatian publik atas prestasi mereka. Salah satunya ialah kritik yang kini gencar dituduhkan kepada Sekwan yang dianggap tidak transparan. Salah satu persoalan yang mendasar dan juga fundamental ialah adanya miss communication yang terjadi antara anggota DPRD dengan pejabat Sekwan, Rahmat Salam. Polemik yang dilemparkan oleh anggota DPRD Tangsel justru membuat institusi itu terlihat tidak memahami posisinya masing masing.

”Mereka itu seperti menelanjangi rumah mereka sendiri. Kalau memang Sekwan tidak transparan, mengapa mereka tidak melakukan evaluasi dan kontrol. Bukan malah membuat opini di media yang macam macam,” kata Rudy Gani, aktivis HMI Badko Jabotabeka Banten.

Menurut Rudy, tuduhan yang dilakukan beberapa anggota DPRD terhadap kinerja Sekwan membuktikan jika DPRD tidak bisa mengontrol institusinya sendiri. ”Bagaimana mereka bisa mengontrol eksekutif jika diri mereka sendiri tidak bisa dikontrol. Ini preseden buruk fungsi lembaga daerah kita,” ujarnya.

Rudy menuturkan, Sekwan merupakan instrumen yang menunjang kinerja dewan. Kinerja dewan ditopang dengan kinerja Sekwan yang profesional dan tanggap. Jika ada persoalan yang muncul terkait dengan dewan, anggota tinggal mengadu saja ke Sekwan. Masalahnya, kapasitas dan kinerja anggota dewan memang benar benar diragukan. Menurut Rudy, kinerja legislasi anggota DPRD Tangsel begitu lemah.

”Mereka belum menyadari kalau tugas mereka ini membuat Perda untuk Tangsel. Bukan mengalihkan isu akibat ketidakmampuan mereka membuat UU dan aturan. Ini tanda jika DPRD Kota Tangsel terlalu manja. Sedikit sedikit minta fasilitas dan tunjangan, tapi prestasi dan kinerja amat minim dilakukan. Bahkan, mereka mengkambinghitamkan Sekwan,” terangnya.

Karena itu, tidak sepantasnya anggota DPRD membangun opini yang membingungkan kepada masyarakat. Alangkah tepatnya jika DPRD Tangsel yang berjumlah 45 orang ini terus memproduksi karya dan prestasi melalui pembuatan UU dan aturan bagi kota Tangsel. Untuk itu, kecerdasan dan kedewasaan politik adalah panglima yang harus diutamakan ketimbang menuduh dan manja meminta fasilitas kepada Sekwan. Sehingga, ketika keinginannya tidak dituruti, jangan malah mengalihkan isu ke pihak yang lain. (*)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 14 + 5 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.