IndonesiaBicara.com–Kendari, (27/11/10). Semangat untuk menolak relokasi Pasar Wuawua makin menguat setelah para pedagang Pasar Wuawua dan DPRD Kota Kendari sepakat untuk bersatu. Anggota Dewan pun menandatangani pernyataan untuk mendukung keinginan pedagang.
Ratusan pedagang kemarin, (26/11) mendatangi DPRD Kota Kendari dan meminta agar para wakil rakyat membantu nasib mereka. Salah satu caranya ialah dengan menolak relokasi pasar. Anggota Dewan pun mengaku mendukung aspirasi tersebut, namun pedagang tak ingin jika secara lisan, sehingga dibuat tertulis.
Pedagang yang tergabung dalam Forum Solidaritas Pedagang Pasar Baru, ditemani beberapa lembaga seperti, Fitra Sijar Sultra, Walhi Sultra, KAMMI dan Konsorsium Mahasiswa Unhalu. Dalam aksinya tersebut, ratusan pedagang menuntut agar Pemkot Kendari memberi santunan bagi padagang yang terbakar lotnya. Tidak hanya itu, para pedagang juga menuntut agar lot yang dibangun di Pasar Wuawua bebas dari biaya alias gratis.
“Kebijakan Pemkot merelokasi kami ke Bonggoeya adalah bentuk kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat kecil. Slogan walikota bahwa masyarakat miskin adalah sahabat kami, cuma slogan bohong. Memindahkan pedagang ke Bonggoeya adalah tindakan menyengsarakan rakyat. Harga mati, kami tolak relokasi,” ujar Rahmat salah seorang pengunjuk rasa.
Lima fraksi di DPRD Kota Kendari kemudian membubuhkan tandatangan dan sepakat untuk mendukung perjuangan pedagang. Lima fraksi itu adalah PAN, PKS, Golkar, Demokrat dan Hanura. “Pekan depan kita akan panggil Walikota Kendari terkait tuntutan para pedagang. Masalah relokasi, santunan, lot gratis dan solusi cicilan bank, kita bicarakan semua bersama walikota. Kami minta agar Anda semua datang pekan depan, mendengar langsung peryataan Walikota terkait aspirasi Anda semua. Jangan lagi Anda bilang dewan ini banci,” kata Ketua DPRD Kota Kendari Abdul Rasak.
Setelah keinginan mereka terpenuhi, akhirnya puluhan pedagang membubarkan diri.
Sebelumnya, DPRD Kota Kencari sudah membuat rekomendasi ke Pemkot Kendari untuk menolak relokasi. Rekomendasi tersebut berdasarkan kemauan pedagang yang ingin tetap berjualan di lokasi kebakaran. (KmK)
menguat setelah para pedagang Pasar Wuawua dan DPRD Kota Kendari sepakat untuk bersatu. Anggota
Dewan pun menandatangani pernyataan untuk mendukung keinginan pedagang.
Ratusan pedagang kemarin, (26/11) mendatangi DPRD Kota Kendari dan meminta agar para wakil rakyat
membantu nasib mereka. Salah satu caranya ialah dengan menolak relokasi pasar. Anggota Dewan pun
mengaku mendukung aspirasi tersebut, namun pedagang tak ingin jika secara lisan, sehingga dibuat
tertulis.
Pedagang yang tergabung dalam Forum Solidaritas Pedagang Pasar Baru, ditemani beberapa lembaga
seperti, Fitra Sijar Sultra, Walhi Sultra, KAMMI dan Konsorsium Mahasiswa Unhalu. Dalam aksinya
tersebut, ratusan pedagang menuntut agar Pemkot Kendari memberi santunan bagi padagang yang
terbakar lotnya. Tidak hanya itu, para pedagang juga menuntut agar lot yang dibangun di Pasar
Wuawua bebas dari biaya alias gratis.
“Kebijakan Pemkot merelokasi kami ke Bonggoeya adalah bentuk kebijakan yang tidak berpihak pada
rakyat kecil. Slogan walikota bahwa masyarakat miskin adalah sahabat kami, cuma slogan bohong.
Memindahkan pedagang ke Bonggoeya adalah tindakan menyengsarakan rakyat. Harga mati, kami tolak
relokasi,” ujar Rahmat salah seorang pengunjuk rasa.
Lima fraksi di DPRD Kota Kendari kemudian membubuhkan tandatangan dan sepakat untuk mendukung
perjuangan pedagang. Lima fraksi itu adalah PAN, PKS, Golkar, Demokrat dan Hanura. “Pekan depan
kita akan panggil Walikota Kendari terkait tuntutan para pedagang. Masalah relokasi, santunan, lot
gratis dan solusi cicilan bank, kita bicarakan semua bersama walikota. Kami minta agar Anda semua
datang pekan depan, mendengar langsung peryataan Walikota terkait aspirasi Anda semua. Jangan lagi
Anda bilang dewan ini banci,” kata Ketua DPRD Kota Kendari Abdul Rasak.
Setelah keinginan mereka terpenuhi, akhirnya puluhan pedagang membubarkan diri.
Sebelumnya, DPRD Kota Kencari sudah membuat rekomendasi ke Pemkot Kendari untuk menolak relokasi.
Rekomendasi tersebut berdasarkan kemauan pedagang yang ingin tetap berjualan di lokasi kebakaran.
(KmK)
Tinggalkan Balasan