IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

DPD I HTI NTB : Liqa Syawal Mempererat Silatul-Ukhuwah Umat Islam di NTB

Indonesiabicara.com – MATARAM (15/9/13),  Hizbut Tahrir Indonesia DPD I NTB menyelenggarakan acara Liqa Syawal  bersama Ulama, Muballighah, Tokoh Masyarakat dan Umat. Acara yang sudah merupakan agenda rutin Hizbut Tahrir Indonesia ini bertujuan untuk menjalin lebih erat lagi silatul-ukhuwah antara sesama umat Islam dan ulama di NTB. Sekaligus mengokohkan tekad untuk berjuang bersama-sama menegakkan Khilafah.

Acara yang diselenggarakan di Gelanggang Pemuda dan Olahraga Mataram ini dihadiri oleh sekitar 100 peserta yang terdiri dari alim Ulama, asatidz, tokoh, Perwakilan Ormas Islam yang ada di kota Mataram, Lombok barat, dan Lombok timur. Acara ini mengambil tema “Ulama dan Tokoh Memperjuangkan Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah”. Dalam kesempatan ini, hadir sebagai pembicara yaitu Ust. Yahya Abdurrahman sebagai Perwakilan DPP HTI dan Ust. Sulaiman dari HTI DPD I NTB.

Acara yang berlangsung dari pukul 9 s/d 12 ini berlangsung cukup menarik. Diawali dengan pembukaan, Pembacaan ayat Qur’an bit-tartil, kalima At-taqdim, Tayangan Video perkembangan dakwah Hizbut Tahrir sampai Dialog Interaktif.

“Dalam Al-Qur’an ada Hizbullah, ada Hizbusyaithoon. Hizbullah dan Hizbuzithon bukanlah nama sebuah partai tapi sebuah kelompok, yang tentunya kita ingin kelompok yang Hizbullah”, ungkap Ust Yahya Abdurrahman selaku pembicara pertama dalam acara tersebut.

Pernyataan tersebut Ustadz Yahya sampaikan untuk menanggapi  seorang peserta yang meminta dijelaskan tentang Hizbut Tahrir dan bagaimana kaitannya dengan politik, Ust Yahya menjelaskan bahwa HT adalah partai poltik, mabdanya Islam, politik adalah aktivitasnya dan bertujuan mengembalikan kehidupan islam yang pada tahun 1924 runtuh.

“Politik adalah mengurusi urusan umat, dan poltik islam adalah mengurusi umat dengan islam, islam mengajarkan untuk memperhatikan umat misalnya dalam wilayah kecil itu tetangga dan wilayah yang lebih luas dari itu adalah negara”, jelasnya

Menurut Ustadz Yahya berpolitik itu sangat penting, mengingat diangkatnya perlindungan dari sebuah masyarakat karena salah seorang dari mereka tidak memperhatikan tetangganya sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW. Politik di saat ini dianggap sesat, menipu dan hal-hal kotor lainnya ada dalam politik, padahal menurut Ustadz Yahya politik itu mengurusi urusan umat, jika yang dipakai Islam tentunya tidak kotor seperti yang digambarkan pada saat politik Kapitalisme seperti sekarang. Umar bin Khattab, Umar bin Abdul Aziz  adalah salah satu contoh politik Islam serta mengurusi umat  dengan islam. Tegasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 11 + 5 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.