IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

DIRKRIMSUS POLDA BANTEN BONGKAR PABRIK SOLAR ILEGAL

Indonesiabicara.com—RAJEG (22/02/2018) Jajaran Direskrimsus Polda Banten berhasil mengungkap pabrik yang melakukan pengolahan oli bekas menjadi bahan bakar solar, yang diperkirakan sudah beroperasi sekitar tiga tahun sejak tahun 2015 dan memiliki imzet milyaran setiap bulannya, Kamis (22/2).

Dirkrimsus Polda Banten Kombespol Abdul Karim dalam keterangannya menjelaskan, Pihak penyidik Subdit I IndagsiDitreskrimsus Polda Banten berhasil mengungkap kegiatan produksi di PT. Ching Kai Lie Kp. Sarakan,  RT/RW 005/005 Kel. Sukasari, Kec. Rajeg, Kabupaten Tangerang, yang diduga telah terjadi pindak pidana migas dengan cara memproduksi dan memperdagangkan yang diduga minyak solar hasil olahan dengan cara bahan baku oli bekas serta tidak dilengkapi legalitas atau izin sesuai undang-undang.

“Pihak perusahaan berhasil memperoleh keuntungan Milyaran rupiah dari hasil pengolahan oli bekas menjadi solar, dan pihak pengusaha dinilai telah melanggar perijinan pengolahan bahan berbahaya tanpa memiliki ijin secara jelas”, terang Kombespol Abdul Karim.

Lanjutnya Dirkrimsus mengatakan, Tim penyidik yang dipimpin Kasubdit I Indagsi Polda Banten AKBP Atot Irawan  menemukan sejumlah karyawan yang sedang memproduksi minyak tersebut dan salah satunya WNA asal China yang bernama HongGaoquan (Manager Produksi PT. Ching Kai Lie), setelah dilakukan penyelidikan ditemukan beberapa perijinan yang belum dilengkapi antara lain, pengelolaan limbah B3, ijin pemanfaatan limbah B3, ijin penyimpanan limbah B3 dan ijin pengelolaan hasil olahan yang dikeluarkan Ditjen Migas.

“Seluruh barang bukti dan lokasi produksi sudah dipasang police line dan beberapa WNA sebagai pemilik perusahaan sedang dilakukan pemeriksaan lanjutan di Polda Banten”, ujar Dirkrimsus Polda Banten.

Dapat diinfokan, para Tersangka akan dikenakan pasal UU No 2 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi pasal 53 dan atau pasal 54, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 tahun atau denda paling tinggi Rp. 60 Milyar. (Adit/*)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Berapa jumlah 3 + 4 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.