IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Diperkirakan 2016, ISIS Banyak Masuk Ke Indonesia

IndonesiaBicara.com-SERPONG (29/12/2015). Saat ini akses menuju website milik ISIS sangat mudah, dan yang menjadi sasaran ISIS adalah merekrut anak-anak muda untuk didoktrinasi faham-faham radikal. Hal ini dikatakan Dosen FISIP UIN Syarif Hidayatullah, M. Zaki. Mubarok dalam diskusi publik yang digelar MUI Tangerang Selatan dengan mengangkat tema Membendung Terorisme dan Radikalisme di Tangsel, di Serpong, Selasa (29/12).

“Anak muda atau remaja biasanya lebih memiliki akses yang luas dalam media internet dan sulit dikontrol”, kata Zaki.

Menurut Zaki anak-anak muda sering terlibat dengan faham radikal karena lingkungan yang mendukung dan biasanya anak muda masih menjadi jati diri atau identitas.

“Anak muda lebih memilih kelompok radikal dan ekstrim karena lebih menantang”, tambah Zaki.

Untuk menangkal anak muda atau remaja yang terlibat terorisme, Pemkot Tangsel dan MUI serta BNPT diminta untuk segera membuat  mapping atau basic akademiknya.

“Karena selama ini diketahui bahwa institusi pemerintah masih kurang dalam melakukan pemetaan atau maping”, ujarnya.

Ia menambahkan penanganan Terorisme sejatinya tidak hanya terbatas pada hard action tetapi perlu juga soft action dengan nilai-nilai budaya, kemanusiaan dan keagamaan.

Di Tahun 2016 mendatang Zaki memperkirakan warga Indonesia yang bergabung dengan ISIS di Suriah akan kembali ke tanah air.

“Tahun 2016 diperkirakan warga Indonesia yang bergabung ISIS akan kembali, ini karena ISIS saat ini mulai kalah berperang di Iraq dan Suriah”, kata Zaki.

Pemkot Tangsel untuk mengantisipasi gerakan atau faham radikal berkembang di wilayahnya terus melakukan antisipasi.

“Kami sudah memberikan pendidikan untuk menjaga lingkungan kepada sekitar 2000 pengurus RT dan RW,  agar aman dari terorisme. Pemkot Tangsel juga berupaya merubah cap zona merah teroris yang saat ini melekat di Tangsel”, kata Kepala Kesbangpol Tangsel Salman Faris

Menurutnya terorisme secara fisik susah didefinisikan jika berada dimasyarakat untuk itu pengurus RT/RW di Tangsel agar melakukan antisipasi-antisipasi agar dapat meredam gerakannya.

Sementara itu pembicara lainnya dalam diskusi yang dihadiri sekitar 200 orang ini, Hasanudin Ibnu Hiban menjelaskan bahwa Islam sangat menghargai kemanusiaan dan tidak dibenarkan membunuh orang lain serta mengambil harta orang lain dengan cara-cara yang salah.

“Kalau yang dilakukan pelaku-pelaku teror sangat tidak sesuai dengan agama Islam”, kata Hasanudin. (Rin)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Berapa jumlah 14 + 3 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.