IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Demo, Memperingati Hari Bumi se-Dunia di Kendari

Gerakan Bumi Menggugat Sultra dan Gabungan Pecinta Alam Sultra menyuarakan aspirasinya terkait memperingati Hari Bumi.

IndonesiaBicara-Kendari, (22/04/10). Dua elemen masyarakat yaitu Gerakan Bumi Menggugat Sultra dan Gabungan Pecinta Alam Sulawesi Tenggara menyuarakan aspirasinya terkait memperingati Hari Bumi se-Dunia di pelataran Jalan Raya MTQ Kota Kendari dan kemudian berlanjut di Gedung DPRD Sultra. Massa melakukan aksinya sekitar 09.30 Wita, masing-masing pendemo menunjukkan aksi teatrikal di Jalan Raya MTQ dan di Gedung DPRD Sultra, Kamis Pagi (22/04).

Koordinator Lapangan Gabungan Pecinta Alam Sultra, Ikra Wahyu Pratama dalam orasinya mengingatkan Hari Bumi yang diperingati setiap tanggal 22 April, menandai hari jadi lahirnya sebuah perubahan pergerakan kepedulian terhadap lingkungan tahun 1970-an. Hari Bumi lahir diprakarsai oleh seorang Senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson. Saat itu dia melakukan protes secara nasional terhadap kalangan politik terkait permasalahan lingkungan. Dia mendesak agar isu-isu tersebut dimasukan dalam agenda nasional. Diseluruh pelosok negara terdapat banyak bukti mengenai penurunan kualitas lingkungan. Semua orang menyadarinya, kecuali kalangan politik.

Pendangkalan Teluk Kendari dan banjir juga merupakan salah satu masalah yang melanda daerah ini. Kurangnya kesadaran masyarakat di sekitar Kali Wanggu menjadi salah satu penyebab dangkalnya Teluk Kendari, sehingga program pembinaan kesadaran masyarakat merupakan solusi yang lebih tepat ketimbang pengerukan lumpur. Tidak adanya area resapan air akibat menjamurnya pertokoan serta pengolahan sampah yang belum maksimal mengakibatkan banjir menjadi langganan daerah ini.

Berdasarkan realita yang ada dan untuk menghargai Hari Bumi, Ikra Wahyu Pratama yang berhimpun dalam Gabungan Pecinta Alam Sulawesi Tenggara, meminta agar hari bumi yang jatuh setiap tanggal 22 April dijadikan sebagai hari libur, paling tidak untuk skala lokal (Sulawesi Tenggara-Red). Sementara itu, terkait rencana untuk menjadikan Sultra sebagai kawasan pusat pertambangan nasional dirinya memohon untuk diadakan kajian lebih mendalam bersama dengan elemen masyarakat terkait sebagai antisipasi terhadap dampak yang mungkin akan terjadi, dan mewajibkan pemilik ruko untuk menanam minimal 2 pohon di areal rukonya untuk menjaga kesejukan kawasan sekaligus sebagai area resapan air.

Gerakan Bumi Menggugat Sultra dan Gabungan Pecinta Alam Sultra menyuarakan aspirasinya terkait memperingati Hari Bumi.

Sedangkan, Hartono Ketua Umum Walhi dalam orasinya Peringatan Hari Bumi Tahun 2010 ini merupakan momentum yang tepat untuk mengajak masyarakat luas dan kepada pemerintah untuk melaksanakan agenda-agenda pemulihan lingkungan hidup yang terencana dengan baik, tersusun secara sistematis, tersosialisasi secara massal dan menyeluruh juga mendesak pemerintah untuk melahirkan kebijakan yang berorientasi pada pemulihan  dan penyelamatan ekologis di Sultra. Pemulihan lingkungan hidup di Sultra adalah bagian dari pemulihan lingkungan hidup di Republik Indonesia sebagai satu kesatuan kosmos keberlangsungan hidup hingga generasi terakhir.

Oleh karena itu lanjut Hartono, pada peringatan Hari Bumi 2010, dirinya mendesak agar agenda-agenda penting yang segera dilaksanakan diantaranya ialah moratorium pertambangan dan penghentian segala pengurusan izin usaha pertambangan di Sulawesi Tenggara, menghentikan pengusulan revisi rencana tata ruang wilayah substansi kehutanan yang selama ini tidak pernah melibatkan partisipasi publik, melaksanakan tindakan hukum bagi para pelaku illegal loging, dan destructive fishing, menghentikan segala aktifitas pembabatan hutan untuk perkebunan skala besar, menghentikan segala aktivitas yang berpotensi terjadinya pencemaran wilayah pesisir dan laut. Hartono juga mengingatkan agar DPRD Sultra segera membatalkan anggaran untuk pembangunan infrastruktur yang tidak berorientasi pada masa depan ekologi.

Anggota DPRD Sultra, Muddin Musa, SH menanggapi aksi pengunjukrasa mengatakan, dirinya akan meneruskan aspirasi yang terjadi hari ini ke pihak terkait yaitu Komisi III. Tindaklanjut dari aspirasi ini mungkin akan dilakukan public hearing dengan melibatkan pihak-pihak terkait. (KmK)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 6 + 12 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.