IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Curi Motor Buat Modal Nikah Diringkus Petugas

Indonesiabicara.com–TIGARAKSA (19/02/2013)   Dengan alasan untuk menikahi pujaan hatinya, Didi (23) yang tinggal di Rumpin Bogor Jawa Barat nekat melakukan tindakan untuk mencuri motor. Didi tidak sendiri dalam melakukan setiap aksinya, Rikiawan (18) yang juga masih satu kampung oleh Didi kerap membantunya.

“Dalam melakukan aksinya, Didi Cs ternyata mempunya kelompok yang berbeda-beda, hanya 1 TKP yang pernah dilakukan oleh mereka secara bersama-sama,” kata Kapolres Kota Tangerang, Kombespol Bambang Priyo Andogo.

Kapolres menambahkan  walaupun para pelaku tinggal pada kampung yang sama, namun mereka ditangkap pada tempat yang berbeda. “Didi ditangkap saat sedang bersenang-senang di sebuah acara dangdutan di Kp. Cilangkap, Desa Palasari, Rumpin Bogor. Sementara Rikiawan ditangkap saat sedang tidur di rumahnya” tambahnya.

Namun ketika dilakukan penangkapan, kedua tersangka berusaha kabur, petugas terpaksa melumpuhkan mereka. “Kami sudah berikan tembakan peringatan, namun para tersangka tetap berusaha untuk melarikan diri, maka terpaksa kami lumpuhkan dengan menembak kakinya” tegas Kombespol Bambang Priyo Andogo.

 

Sementara itu menurut pengakuan tersangka Rikiawan kalau motor yang sudah dicurinya adalah Vario warna pink, Honda Beat warna pink, Supra Vit warna hitam, Supra Vit warna biru, Smash warna silver, Jupiter MX warna silver, Mio warna putih, RX Special warna hitam dan Supra Vit X warna merah.

“Saya biasa menjual motor tersebut seharga 1-2 juta ke penadah, dan uangnya saya gunakan untuk jajanin pacar saya” kata Rikiawan dihadapan petugas.

Namun lain halnya dengan Didi, pemuda yang berniat untuk menikahi kekasihnya itu mengaku kalau dirinya sudah mencuri motor dari berbagai jenis yaitu Vixion warna merah maroon, Mio warna merah maroon, Mio warna putih, Supra X 125 warna hitam merah, Jupiter MX warna silver, Vario warna pink, Honda Beat warna putih, dan Ninja warna hijau. Motor hasil curian tersebut dijual dengan harga berkisar 1,6-3,5 juta.

“Saya mau nikah tapi belum punya modal, jadi saya nekat mencuri untuk modal nikah. Satu unit motor keuntungan saya sekitar 1-2 juta dan saya tabung, sekarang uang saya sudah 12 juta” ujar Didi.

“Kasus ini masih dalam pengembangan, sudah ada beberapa nama yang menjadi DPO kami, yaitu BL (17), PT (18), RD (25), SB (28), LDG (22), GP (18), DG (18) dan DDL (17)” tegas Shinto Slitonga.

 

“Bagi masyarakat yang merasa memiliki motor-motor tersebut di atas dapat mengambil motornya di Polresta Tangerang dengan membawa bukti kepemilikannya, diambil tanpa biaya apapun alias gratis” kata Kombes Bambang Priyo Andogo.

Kapolres juga menghimbau mesyarakat untuk dapat mencegah curanmor misalnya dengan memasang kunci ganda pada motornya, tidak memarkir motornya pada tempat-tempat yang tidak aman, atau tidak lalai meninggalkan kunci tergantung pada motornya masing-masing.(Aditya)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Berapa jumlah 12 + 5 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.