IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Buruh GSBI Tuntut Pencopotan Kapolsek Sepatan

Buruh tuntut pencopotan Kapolsek Sepatan

IndonesiaBicara.com-TIGARAKSA, (14/05/13). Ratusan buruh yang tergabung dalam Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) melakukan aksi unjuk rasa bersama di depan Mapolres Kota Tangerang sebagai aksi solidaritas terhadap buruh yang dijadikan perbudakan di industri kuali di Desa Bayur Opak, Kecamatan Sepatan Timur.

Dalam aksinya buruh menuangkan tuntutannya dalam sebuah kartun yang bertuliskan seperti, copot Kapolsek Sepatan dan usut oknum yang membantu perbudakan, copot Kadisnaker Kabupaten Tangerang karena telah gagal mensejahterakan buruh, tindak tegas oknum pegawai pemerintah yang ikut membantu.

Pimpinan aksi buruh GSBI Amin Mustolah mengatakan, kami merasa prihatin dengan adanya kejadian perbudakan buruh di Kabupaten Tangerang, karena sebelumnya seluruh buruh di Tangerang telah melaksanakan hari buruh sedunia/May Day dengan membawa aspirasi dan tujuan untuk peningkatan ekonomi buruh.

“Sebelumnya buruh telah melaksanakan May Day dengan harapan kesejahteraan buruh dapat meningkat,” ujar Amin.

Saat ini, seluruh buruh di Tangerang merasa kaget dengan terungkapnya kasus perbudakan di daerah Sepatan Timur, dan kami menanyakan tugas dan fungsi dari bagian pengawas industri  Disnakertrans Kabupaten Tangerang dan pihak Polsek Sepatan yang seolah-olah melakukan pembiaran terjadinya pembudakan di wilayahnya tanpa adanya tindakan tegas.

“Mana fungsi pengawas dan pihak kepolisian sampai kecolongan dengan kasus perbudakan buruh,” tuturnya Amin pada saat orasi.

Tambah amin, serikat buruh GSBI meminta kepada Kapolres Kota Tangerang untuk mencopot jabatan Kapolsek Sepatan yang telah lalai dan tidak sigap melihat kondisi penyiksaan terhadap buruh kuali, dan lakukan pemeriksaan terhadap oknum-oknum yang ikut serta membantu pengusaha kuali Yuki Irawan dalam melakukan pengamanan usahanya.

“Copot segera Kapolsek Sepatan dan periksa semua oknum keamanan yang ikut membekingi”, tandas Amin.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Kota Tangerang Ipda Rolando mengatakan, bahwa saat ini Polres Kota Tangerang sudah melakukan penahanan kepada semua tersangka penyiksaan terhadap buruh, dan saat ini sedang dilakukan pengembangan terkait kasus tersebut.

“Kami sudah melakukan penahanan dan sedang melakukan pengembangan terhadap tersangka,” ujar Rolando.

Pihak Propam Polres Kota Tangerang sudah melakukan pemeriksaan kepada beberapa anggota Polsek Sepatan untuk dimintai keterangan, dan pemeriksaan akan dilakukan secara terbuka dan jelas sehingga masyarakat dapat mengetahui perkembangan permasalahan ini sesuai dengan petunjuk dari Kapolres, tegas Rolando. (Aditya/*)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 6 + 11 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.