IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Bupati Geredeg Tutup TMMD Bukit Karangasem

IndonesiaBicara-Amlapura, (22/06/2011). Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-86 di Desa Bukit Kecamatan Karangasem, (21/06) ditutup Bupati Karangasem I Wayan Geredeg dengan ditandai pemukulan gong dan penyerahan hasil TMMD dari Dandim 1623 Karangasem Letkol Inf Aji Jaya kepada Bupati Karagasem.

Dandim 1623 Karangasem Letkol Inf Aji Jaya melaporkan, kegiatan TMMD ke-86 tahun 2011 yang berlangsung sejak 9 April 2011 berlangsung selama 21 hari, dilaksanakan dalam bentuk pembangunan jalan baru yang menghubungkan Dusun Bukit Kaler–Kebon Bukit menuju Seraya Barat sepanjang 1,2 km dengan lebar 7 meter, pembuatan gorong-gorong ukuran 1x1x1 sebanyak 4 buah, pembuatan pelintasan ukuran 4x1x7 meter 1 buah, bedah rumah 7 unit dan rehab penyengker Pura 1 unit.

Kegiatan TMMD juga diisi dengan kegiatan non-fisik seperti ceramah bela negara, peternakan, penyuluhan hukum, kamtibmas, KB-Kes, hemat energi dan ceramah agama. Personil yang mendukung sejumlah 1 SSK sejumlah 150 orang terdiri dari 2 SST Makodim 1623 Karangasem, 1 SST gabungan dari Yonif 900 Raider dan Denzipur 9 Dam IX Udayana, 1 SST gabungan dari jajaran Kodam IX Udayana.

Sementara dukungan dana dilaporkan, Dandim Aji Jaya, berjumlah mencapai Rp 117 juta rupiah. Dukungan dana tersebut tidak termasuk bantuan dari Pemda Karangasem sehinggan total keseluruhan berjumlah Rp 301 juta.

Bupati Karangasem I Wayan Geredeg yang membacakan sambutan tertulis Gubernur Bali I Made Mangku Pastika mengatakan, pembangunan nasional yang kian kompleks memerlukan partisipasi optimal seluruh komponen masyarakat.

Program terpadu yang dilaksanakan secara sinergis oleh berbagai pihak dapat lebih mendorong percepatan pelaksanaan pembangunan. Salah satu keterpaduan tersebut adalah melalui program TMMD sebagai wujud nyata partisipasi TNI bersama masyarakat dalam pembangunan daerah sekaligus membantu Pemda dalam rangka mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Program terpadu sangat membantu prgram penanggulangan kemiskinan dan program pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Program TMMD sebagai program pemberdayaan masyarakat diharapkan dapat mendorong pembangunan seperti meningkatkan sektor riil, menumbuhkan semangat kewirausahaan, wadah kerjasama semua stakeholder dan menumbuhkan kelembagaan koperasi.

TMMD di Desa Bukit telah mampu merealisasikan kegiatan pembangunan fisik maupun non-fisik dengan segala keterbatasan dan mampu menciptakan nilai tambah yang dapat dinikmati langsung masyarakat. Sarana yang dibangun sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang dapat membantu penanggulangan permasalahan masyarakat dalam penyediaan infrastruktur.

Gubernur berharap TMMD agar terus dilaksanakan secara berkesinambungan demi pemerataan pembangunan.

Gubernur yakin TMMD dapat memacu komponen masyarakat berpartisipasi optimal dalam pembangunan masyarakat khususnya di Pedesaan sekaligus mendorong terwujudnya masyarakat Bali Mandara.

Dikatakannya juga, pelaksanaan TMMD merupakan upaya untuk memantapkan wawasan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara dalam rangka mewujudkan ketahanan wilayah yang tangguh serta dalam menghadapi hakekat ancaman yang ada.

Selain itu melalui program TMMD, diharapkan dapat membantu mewujudkan harapan dan aspirasi masyarakat pedesaan, dimana kegiatannya disusun dengan sitem bottom up planning, yaitu melibatkan berbagai instansi dan komponen masyarakat secara hirarki yang diawali dengan Musrenbang di tingkat desa hingga tingkat propinsi untuk kemudian ditetapkan menjadi program TMMD.

Oleh karenanya peranan dan kerjasama sinergis antara stakeholder baik Kementrian maupun Lembaga Non Kementrian, Pemda, BUMD, swasta dan partisipasi aktif masyarakat menjadi penentu keberhasilan TMMD.

Untuk itu kepada semua pihak hendaknya melakukan koordinasi secara intensif dan berkesinambungan dengan unsur terkait lainnya, sehingga segala kendala yang dihadapi dilapangan bisa dipecahkan secara bersama-sama.

Sasaran kegiatan fisik untuk membangun infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat di daerah terpencil meningkatkan roda ekonomi daerah. Kegiatan non-fisik juga diharapkan dapat mendotorong inovasi masyarakat untuk maju, mandiri, semangat kebangsaan dan memperkokoh nasionalisme.

Hal tersebut sejalan dengan thema TMMD ke 86 yakni “melalui manunggal membangun desa, meningkatkan sinergitas dan integritas lintas sektoral dalam meningkatkan akselerasi pembangunan dan memberdayakan masyarakat di daerah pedesaan, mewujudkan ketahanan wilayah yang tangguh”.

Dalam kegiatan TMMD kali ini disalurkan sejumlah bantuan dari berbagai lembaga Perbankan dan BUMN seperti bantuan bedah rumah untuk Rumah Tidak Layak Huni sebanyak 17 unit masing-masing bernilai Rp 15 juta sehingga total berjumlah Rp. 105 juta dari BPD Bali, bantuan 286 Seragam Olahraga untuk 4 Sekolah Dasar dari Bank Mandiri Cabang Amlapura, bantuan 10 ekor babi senilai Rp 4 juta dari PT PLN Karangasem, bantuan 10 ekor kambing senilai Rp  5 juta dari Terminal Transit Manggis, bantuan 10 bola volley senilai Rp 3,5 juta dari PDAM Karangasem.

Selanjutnya terdapat bantuan 4 paket buku bacaan perpustakaan untuk 4 SD di Desa Bukit senilai Rp 5 juta dari FKPPI, bantuan khitanan massal bagi 50 orang anak senilai Rp 5 juta, bantuan rehab senderan Pura Dalem Kebon Bukit senilai Rp 5 juta dari BNI 46 Cabang Karangasem, bantuan 5 ton beras dari Kementrian Sosial kepada Komandan SSK–TMMD ke 86 Tahun 2011 dan bantuan kepada Perbekel Bukit dalam pelaksanaan TMMD senilai Rp 50 juta dari Gubernur Bali melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Propinsi Bali. (*)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 13 + 15 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.