IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

BMPH Sultra Kembali Pertanyakan Kinerja BK DPRD Kota Kendari

IndonesiaBicara.com–Kendari, (21/02/11). Kinerja Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara kembali dipertanyakan oleh sejumlah massa Barisan Mahasiswa Pemerhati Hukum (BMPH) yang berunjuk rasa, Senin (21/02) di kantor DPRD Kota Kendari.

Puluhan massa BMPH yang dikordinatori Aken Palangga Putra, mengatakan bahwa BK melempem dalam menindaki tiga anggota dewan (La Ode Arifaid, Muh Amin dan Suhadi) yang bermasalah. BMPH juga menuntut agar BK segera memberikan sanksi kepada ketiga anggota dewan tersebut.

Selain itu BMPH juga mengancam apabila BK tidak mengambil langkah tegas, maka mereka tidak segan untuk melengserkan BK yang ada sekarang.

“Kami tidak akan segan untuk melengserkan Ketua Bk yang ada sekarang (Muh Yahya-Red), seperti Ketua BK periode lalu (Alwi Genda-Red) yang kami lengserkan,” tegas Aken, Korlap BMPH, di hadapan anggota dewan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Badan Kehormatan, Muh Yahya angkat bicara.

“Ketiga anggota dewan tersebut sedang dalam proses, dan dalam prosesnya saya tidak akan melanggar ataupun melewati prosedural yang ada dalam mengambil keputusan. BMPH maupun BK, kita berjalan pada rel yang sama,” jelasnya.

Yahya juga membeberkan sejauh mana proses ketiga anggota dewan tersebut yang sedang bermasalah.

“Masalah Arifaid prosesnya sudah berjalan, dan saat ini surat usulan pemberhentiannya sudah ditandangani Ketua DPRD Abdul Rasak.  Surat sudah masuk ada di Walikota Kendari, setelah itu diteruskan ke Gubernur. Untuk masalah Muh Amin masih dalam proses pemberhentian sementara, karena sampai saat ini penetapan sebagai terdakwa di pengadilan belum ada, sehingga surat usulan pemberhentiannya belum dibuatkan. Sedangkan untuk kasus Suhadi, saya memang menyurati Suhadi untuk hadir di DPRD Kota Kendari karena ada pemeriksaan intern BK yang tidak bisa saya ungkapkan kepada media, kecuali lingkup BK dan DPRD,” jelasnya.

Mendengar penjelasan ketua BK secara detail dan menyeluruh, BMPH menyatakan sikap mendukung kerja BK yang ada sekarang dan berharap BK menyelesaikan ketiga anggota dewan yang bermasalah tersebut.

Ketiga anggota dewan tersebut terkait kasus unggas yang dialami La Ode Arifaid, kasus korupsi oleh Muh Amin, dan Suhadi anggota dewan yang terkenal dengan label malas. (KmK)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 3 + 14 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.