IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

BKLDK Surabaya Demo Tolak RUU Intelijen

IndonesiaBicara-Surabaya, (23/09/11). Sekitar 30 orang dari Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Surabaya melakukan demo di depan Gedung DPRD Jatim, Jumat (23/09). Aksi tersebut dilakukan dalam rangka menolak disahkannya RUU Intelijen.

BKLDK menilai, disahkannya RUU Intelijen menjadi Undang Undang akan berpeluang melahirkan rezim represif yang memata-matai rakyat. Intelijen juga dikhawatirkan berpeluang dijadikan alat oleh pemerintah, dalam hal ini presiden.

Kepala BIN nantinya berubah menjadi satu-satunya pihak yang dapat menentukan telah terpenuhinya indikasi dan bukti awal yang cukup pada diri seseorang untuk disadap, diselidiki, dan didalami/ditangkap. Keputusan Kepala BIN tersebut cukup dengan melalui pemberitahuan kepada ketua pengadilan.

Intelijen diperlukan dalam sebuah negara, tetapi seharusnya bukan untuk memusuhi rakyat. Intelijen juga tidak boleh digunakan menjadi alat kekuasaan untuk kepentingan mengamankan status quo. Disela-sela aksi, perwakilan pengunjuk rasa diterima Ketua Komisi A DPRD Jatim, Sabron Djamil, Wakil Ketua Komisi A, Kusnadi, dan Anna Luthfi. Sabron Djamil berjanji akan menyampaikan aspirasi pengunjuk rasa kepada DPR RI. (AK)

BKLDK Surabaya Demo Tolak RUU Intelijen

IndonesiaBicara-Surabaya, (23/09/11). Sekitar 30 orang dari Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Surabaya melakukan demo di depan Gedung DPRD

Jatim, Jumat (23/09). Aksi tersebut dilakukan dalam rangka menolak disahkannya RUU Intelijen.

BKLDK menilai, disahkannya RUU Intelijen menjadi Undang Undang akan berpeluang melahirkan rezim represif yang memata-matai rakyat. Intelijen juga

dikhawatirkan berpeluang dijadikan alat oleh pemerintah, dalam hal ini presiden. Kepala BIN nantinya berubah menjadi satu-satunya pihak yang dapat menentukan

telah terpenuhinya indikasi dan bukti awal yang cukup pada diri seseorang untuk disadap, diselidiki, dan didalami/ditangkap. Keputusan Kepala BIN tersebut

cukup dengan melalui pemberitahuan kepada ketua pengadilan.

Intelijen diperlukan dalam sebuah negara, tetapi seharusnya bukan untuk memusuhi rakyat. Intelijen juga tidak boleh digunakan menjadi alat kekuasaan untuk

kepentingan mengamankan status quo. Disela-sela aksi, perwakilan pengunjuk rasa diterima Ketua Komisi A DPRD Jatim, Sabron Djamil, Wakil Ketua Komisi A,

Kusnadi, dan Anna Luthfi. Sabron Djamil berjanji akan menyampaikan aspirasi pengunjuk rasa kepada DPR RI. (AK)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 13 + 14 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.