IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

BI Terus Lakukan Sosialisasi Untuk Tangkal Peredaran Uang Palsu

IndonesiaBicara-Kupang, (25/07/11). Masyarakat perlu mewaspadai peredaran uang palsu di Kota Kupang khususnya dan di NTT umumnya. Selama Januari hingga Desember 2010, Bank Indonesia (BI) Kupang telah menemukan uang palsu yang beredar di NTT sebesar Rp 12 juta lebih.

Hal ini disampaikan Deputi Pemimpin BI Kupang, Ocky Ganesia saat dikonfirmasi terkait adanya uang palsu sebesar Rp 100.000 yang ditemukan warga.  Saat ditemukan, uang tersebut sudah dalam keadaan tidak utuh.

Menurut Ocky, peredaran uang palsu selama tahun 2010 di NTT sebesar Rp 12 juta lebih sebanyak 226 lembar. Dari jumlah itu terdiri dari uang pecahan Rp 100.000 sebanyak 34 lembar dan pecahan Rp 50.000 sebanyak 189 lembar, sedangkan sisanya pecahan lain seperti Rp 5.000, 10.000 dan Rp 20.000.

“Karena temuan uang palsu yang beredar di NTT 2010 cukup tinggi, maka BI melakukan sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah. Dalam sosialisasi ini, kita masuk ke semua sekat,” kata Ocky.

Dijelaskannya, tujuan sosialisasi adalah menjelaskan kepada masyarakat tentang ciri-ciri uang rupiah asli, sehingga masyarakat dapat mengetahui uang rupiah palsu sekaligus menangkal peredaran uang rupiah palsu. Dengan mengetahui ciri-ciri keaslian uang rupiah, masyarakat diharapkan dapat terhindar dari kegiatan pemalsuan uang.

Ciri-ciri uang rupiah asli, antara lain adanya tanda air, tulisan intaglio (tulisan terasa kasar), adanya gambar yang saling isi atau rectoverso, blind code atau kode bagi tunanetra, benang pengaman, tinta OVI pada logo BI yang berubah warna jika dipandang dari sudut tertentu, tulisan mikro Bank Indonesia, nomor seri yang tidak simetris dan adanya invisible ink yaitu gambar yang akan nampak dibawah sinar ultraviolet.

Sosialisasi ini, lanjutnya, sebagai upaya untuk membangkitkan rasa cinta masyarakat terhadap uang rupiah.

“BI juga terus melakukan upaya untuk menekan tindak pidana uang palsu dengan cara melakukan penggantian uang rupiah berkala dan meningkatkan security features pada uang rupiah baru, termasuk kerja sama dengan instansi terkait untuk mengungkap kasus-kasus tindak pidana uang palsu,” ujarnya. (AP)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 10 + 7 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.