IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Berjalan Kondusif, AMM Retreat Sepakati 3 Agenda Utama

IndonesiaBicara-Lombok Utara, (24/01/11). Sebagai daerah termuda di Propinsi Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Lombok Utara (KLU) telah berhasil melaksanakan kegiatan bertaraf internasional yang bertempat di Hotel Oberoi, Medana-Tanjung. Event tersebut yakni ASEAN Foreign Minister Meeting Retreat (AMM) atau pertemuan para Menteri Luar Negeri ASEAN, berjalan kondusif tanpa adanya gangguan keamanan yang berarti.

Untuk menciptakan suasana aman seperti ini, selain menjadi tanggung jawab aparat keamanan juga menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah. Kepala Kesbanglinmaspol KLU, Raden Irakasma merasa bersyukur karena AMM yang berlangsung beberapa waktu yang lalu berlangsung aman dan kondusif.

Mentri Luar Negeri Indonesia, Marty M Natalegawa dalam konferensi pers media lokal dan internasional diakhir acara AMM Retreat menyatakan Beberapa hal yang menjadi prioritas utama dari pembahasan AMM Retreat.

Terdapat 3 aspek penting yaitu, memastikan sepanjang tahun 2011 ada kemajuan yang signifikan dalam pencapaian masyarakat ASEAN 2015, kemudian memastikan terus berkembangnya kemajuan keamanan di Asia Timur yang damai stabil dibawah kepemimpinan ASEAN, serta memberi warna  dalam KTT Asia Timur pada Oktober 2011 di Bali yang menurut rencana akan dihadiri oleh AS, Rusia, yang merupakan kesempatan untuk tampil lebih baru pasca 2015 untuk mewujudkan peran ASEAN sebagai bagian masyarakat dunia.

Disamping pembahasan tersebut AMM Retreat juga membahas keamanan regional seperti permasalahan Myanmar, perbatasan Laut Cina Selatan dan Semenanjung Korea.

Sedangkan terkait pembahasan batas laut antara Cina dan beberapa Negara ASEAN dikawasan Laut Cina Selatan pihaknya mengemukakan bahwa negara ASEAN sepakat bahwa batasan di Laut Cina Selatan tercermin dalam Declation of Conduct of Parties in South China Sea (DOC) dan diupayakan menjadi Code of Conduct (COC).

Disamping itu, permasalahan Laut cina Selatan terjadi karena masih adanya klaim yang tumpang tindih, dan saat ini telah diupayakan membentuk suatu guideline. “Polemik Laut Cina Selatan bukan permasalahan antara Cina dengan ASEAN, namun ASEAN akan berupaya memfasilitasi perundingan negara-negara ASEAN dengan China,” pungkasnya. (pul)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 8 + 8 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.