IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Bea Cukai Nunukan Berharap Adanya Sentralisasi Pelayaran

IndonesiaBicara-Nunukan, (11/01/11). Daerah Nunukan yang secara geografis berbatasan langsung dengan Malaysia memiliki potensi kerawanan sebab tidak semua pelabuhan yang ada di Nunukan memiliki peralatan x-ray. Akibatnya kerap terjadi penyelundupan dari dan ke Malaysia melalui Pelabuhan Jamaker dan Pelabuhan Inhutani.

Kepala Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai (KPPBC) Nunukan, Emiridelamson Lingga berharap agar Pemerintah Daerah Nunukan khususnya Dinas Perhubungan untuk dapat segera menutup pelayaran di kedua pelabuhan tersebut dari dan ke Malaysia serta memfokuskan pelayaran dari dan ke Malaysia melalui Pelabuhan Tunon Taka. Tentunya pengawasan atas lalu lintas orang dan barang akan lebih baik jika hanya ada satu titik perlintasan dari dan ke Malaysia.

Terkait dengan penangkapan kurir sabu yang baru-baru ini terjadi, Emiridelamson Lingga menyayangkan pengungkapan terlalu dini terkait kasus tersebut sehingga pihaknya tidak dapat menggali informasi lebih lanjut tentang siapa sebenarnya pemilik barang haram tersebut.

Menurutnya, kurir yang tertangkap tangan sedang membawa sabu tersebut masih sempat untuk berkomunikasi via Blackberry Messenger dengan seseorang bernama Respa yang diduga kuat merupakan bagian dari sindikat narkotika.

Pusat pengolahan data Blackberry Messenger saat ini masih berada di Kanada dan tidak dapat diakses oleh aparat terkait untuk lebih lanjut menyelidiki kasus ini. (An)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 15 + 11 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.