IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Bakar Bangku Warnai Demo Lanjutan Mahasiswa IAIN Mataram

IndonesiaBicara.com – Mataram (31/10/2013) Jabatan rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram adalah jabatan yang ilegal. Hal ini disuarakan aliansi mahasiswa IAIN dalam demonstrasi susulan, Kamis pagi (31/10). Aksi yang dikorlapi Kusuma Wardana menyebut jika rektor mereka saat ini Dr Nashudin adalah rektor ilegal. Pasalnya, mereka menduga pengangkatan Nashudin sebagai rektor sarat manipulasi dan fiktif.

‘’Pak Nashudin rektor yang tidak sah alias rektor gadungan,” kata Kusuma di kampus IAIN I Jalan Pendidikan.

Dari data yang diklaim mereka kantongi, Nashudin telah membajak jabatan rektor Prof Dr Taharudin. Taharudin menjabat sebagai rektor IAIN melalui SK presiden nomor 63/M tahun 2008 tentang pengangkatannya sebagai rektor definitif. Pengangkatan Taharudin sebagai rektor saat itu tidak diikuti dengan serah terima dan pelantikan. Namun oleh mafia di IAIN Mataram yang mahasiswa sebut Dr Asnawi dan Nashudin, jabatan itu pun dibajak dan diberikan kepada Nashudin hingga kini.

‘’Jabatan rektor seharusnya dijabat seorang profesor, namun Nashudin belum menjadi profesor sehingga tidak pantas menjabat rektor IAIN,” ujarnya.

Mahasiswa juga mengungkapkan jika setiap pengadaan barang dan jasa di IAIN, tidak disertai penederan. Untuk memuluskan agar tidak menjadi temuan Badan Periksa Keuangan (BPK) diduga pihak IAIN menyogok pihak BPK agar memuluskan laporan keuangannya. Diduga pihak IAIN telah menyogok pihak BPK senilai 25 juta.

Selain permasalah rektor yang ilegal. Mahasiswa juga menyinggung tentang layanan kampus. Seperti perpustakaan yang diduga mengelapkan anggaran pengadaan buku. Ada sekitar Rp 500 juta dana untuk pengadaan buku, namun hingga kini buku yang ada adalah buku tua dan berdebu. Kemudian janji fasilitas jaringan internet di kampus yang disebut dananya Rp 250 juta, tetapi hingga kini mahasiswa belum juga merasakan. Dana praktikum yang dikeluarkan mahasiswa yang setiap fakultasnya mencapai Rp 50 juta. Namun mahasiswa tidak pernah menjalankan praktikum dan dana itu tidak diketahui rimbanya.

‘’Banyak lagi kebobrokan layanan di IAIN, rektor tidak becus mengurus kampus,” katanya.

Demonstrasi yang digelar mahasiswa kemarin jauh lebih tertib. Tidak seperti sehari sebelumnya, mereka membakar podium tempat pidato dan meja di tengah lapangan tengah kampus IAIN I. Sementara rektor IAIN Dr Nashudin yang dikonfirmasi koran ini via ponselnya enggan memberi jawaban.(*)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 9 + 7 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.