IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Arahan Muspida Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2009 di Kota Bandar Lampung

Indonesia Bicara-Bandar Lampung, 10 Agustus 2009. Arahan Walikota Bandar Lampung, Kapoltabes  Bandar Lampung dan Dandim 0410 Bandar Lampung kepada para Babinkamtibmas, Lurah, Babinsa dan seluruh anggota FKPM Kota  Bandar Lampung dalam rangka cipta kondisi pasca teror bom dan antisipasi gangguan kamtibmas menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2009 berlangsung di Gedung Olah Raga Saburai.

Turut hadir dalam acara tersebut Eddy Sutrisno (Walikota Bandar Lampung), AKBP Drs Lukas Arry Dwiko Utomo (Wakapoltabes/Perwakilan Kapoltabes), Muhammad Sulton (Pasi Intel Dim 0410), Babinkamtibmas (unsur Polisi), Babinsa (unsur TNI), Lurah dan seluruh anggota Forum Komunikasi Perpolisian Masyarakat (FKPM) Kota Bandar Lampung.
Eddy Sutrisno (Walikota Bandar Lampung) dalam sambutannnya menyampaikan bahwa maraknya berita teror bom, teroris dan datangnya warga asing yang mempunyai kepentingan perlu diantisipasi oleh masyarakat. Selain itu perlunya koordinasi yang baik ditingkat bawah seperti Lurah, RT dan lain-lain dengan jajaran terkait dalam cipta kondisi, mengingat banyaknya kejadian pemboman di Jakarta,  Provinsi Lampung Khususnya Bandar Lampung  selalu siap siaga.

Beliau juga berpendapat bahwa Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) harus ditingkatkan di wilayah-wilayah pemukiman. Keamanan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) harus di posisikan juga dengan menempatkan personil-personil kamtibmas yang  tersebar dibeberapa wilayah. Selanjutnya dari tingkatan bawah yaitu masyarakat, juga  harus pro-aktif membantu ketertiban dan keamanan. Masyarakat juga harus bisa mewaspadai kegiatan yang dianggap mengganggu kenyamanan dan keamanan seperti waspada dengan orang asing yang datang ke daerah kita, dan menjelang bulam Ramadhan tetap harus waspada.

Diacara yang sama Pasi Intel Dim 0410 Muhammad Sulton menyampaikan bahwa dalam mengantisipasi tindakan atau kejadian yang tidak diinginkan diwilayah Provinsi Lampung khususnya Kota Bandar Lampung terutama dalam penanganan antisipasi  teroris dan tindakan teror bom yang dilakukan oleh orang yang mempunyai kepentingan, diperlukan koordinasi dari tingkat atas sampai tingkat bawah. Koordinasi tersebut bisa berbentuk laporan masyarakat, kerjasama  polisi dengan TNI, satuan tugas pemerintah seperti kamtibmas serta elemen masyarakat. Konflik- konflik seperti sara dan agama harus diredam mengingat konflik tersebut sangat besar pengaruhnya untuk keamanan wilayah.

Antisipasi lain juga di sampaikan oleh Muhammad Sulton seperti perlu deteksi dini seperti adanya aliran garis keras yang berkedok agama dan lain-lain, yang dapat mengancam keamanan dilingkungan. Terorisme sekarang ini mendekati kegiatan keagamaan merupakan alasan untuk perekrutan dan penggalangan dalam memperluas jaringan kekuasaan.

Kecurigaan orang-orang asing yang ingin selalu mencampuri kegiatan yang ada dimasyarakat dengan iming-iming pemberian dana, tukar pikiran dan lain-lain harus di curigakan dan dilaporkan kepihak yang terkait yaitu polisi atau jika tidak memungkinkan kita laporkan ditingkat yang lebih rendah dahulu seperti RT, RW,  Lurah, Kecamatan dan lain-lain baru  hingga ke taraf yang lebih tinggi.

Berbeda dengan pernyataan Wakapoltabes Drs. Lukas Arry Dwiko Utomo yang menyampaikan berbagai hal seperti dalam memerangi kejahatan, terorisme, dan ancaman bom dari pihak yang tidak diinginkan, harus dimulai dari wilayah yang dekat dengan kita. Beberapa klasifikasi kejahatan diantaranya kejahatan konvensional seperti pencurian kekerasan, pencuriaan kendaraan bermotor, penganiayaan,  kejahatan transnasional seperti human traficking, TKI, kejahatan yang merugikan seperti illegal logging, illegal fishing serta kejahatan yang berimplementasi kontigensi seperti terorisme dan anarkis, tidak dapat dilakukan oleh pihak polisi sendiri tanpa bantuan atau koordinasi dari masyarakat dan instansi-istansi terkait.

Banyak pelayanan keamanan melalui kamtibmas, polisi dan lain-lain yang tidak secara maksimal dimanfaatkan karena masyarakat masih enggan dan ketidak ingin tahuan masyarakat dengan alasan pengamanan merupakan kegiatan polisi dan jajarannya. Sedangkan pengamanan dan ketertiban tidak bisa terlaksana jika tidak ada koordinasi atau bantuan  dari masyarakat. Untuk wilayah Kota Bandar Lampung, pengamanan dan keamanan   menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2009 agar tetap kondusif  sudah diantisipasi dengan berbagai kegiatan pengamanan dan patroli wilayah.

Mengingat Kota Bandar Lampung merupakan pintu gerbang antara Pulau Sumatera dan Pulau Jawa sangat rentan dengan ancama terorisme. Kegiatan cipta kondisi pasca teror bom dan menjelang bulan Ramadhan serta Idul Fitri 2009, tidak  terlepas koordinasi dengan pihak jajaran keamanan dalam membantu ketenangan dan kenyamanan masyarakat Bandar Lampung. (Deny)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 5 + 11 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.