IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Antisipasi Gejolak Jelang Kenaikan BBM, Polres Karangasem Kerahkan Dua Per Tiga Personil

IndonesiaBicara.com-Amlapura, (13/03/2012). Mengantisipasi adanya gejolak yang bisa memicu aksi anarkis terkait dengan kebijakan menaikan harga BBM bersubsidi yang mulai diberlakukan 1 April mendatang, Polres Karangasem mengantisipasi dengan mengerahkan dua per tiga personil yang disiagakan di Depo Manggis, dan disetiap SPBU di Karangasem. Langkah itu diambil mengingat kebijakan menaikan harga BBM akan memicu pro dan kontra di masyarakat, sehingga sangat rawan situasi kamtibmas di Karangasem.

Hal itu dikatakan Kasubag Humas Polres Karangasem, AKP I Made Wartama seizin Kapolres Karangasem, Selasa (13/03) menanggapi kesiapan aparat kepolisian mengantisipasi dampak jelang kenaikan harga BBM. Selain menyiagakan aparat disetiap SPBU, Wartama mengatakan polisi juga melakukan patroli ke wilayah-wilayah yang rawan konflik dan tempat-tempat umum.

“Terkait dengan antisipasi gejolak kenaikan harga BBM di Karangasem, kami sudah mengerahkan dua per tiga kekuatan kami, sekitar 270-an personil untuk melakukan penyelidikan, patroli keliling hingga ke daerah-daerah pariwisata, SPBU- SPBU bekerja sama dengan Polsek-Polsek di Karangasem, dan juga di Depo Pertamina Manggis”, kata Wartama.

Pemantauan ke SPBU-SPBU guna mencegah terjadinya aksi penimbunan BBM bersubsidi dan mengawasi SPBU nakal, agar tidak melayani pembeli BBM bersubsidi yang menggunakan jerigen. Kebanyakan warga yang membeli BBM bersubsidi dengan jerigen adalah nelayan dan pengecer. Akibat pelarangan itu, dampaknya kini mulai dirasakan nelayan di Karangasem.

Para nelayan yang sudah merasakan dampaknya, terlihat di Seraya. Sejak ada pelarangan membeli BBM bersubsidi dengan menggunakan jerigen, nelayan di Seraya mulai kelimpungan, bahkan terancam tak bisa melaut. Soalnya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Seraya juga sudah lama kosong. Sejumlah nelayan mengakalinya dengan membeli BBM bersubsidi dengan menggunakan motor, kemudian baru di pindah ke mesin kapal nelayan.

Selain dengan cara itu, sejumlah nelayan lainnya membawa mesin perahu mereka langsung ke SPBU agar dipercaya sebagai nelayan, dan diberikan membeli BBM bersubsidi di SPBU. (*)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 6 + 6 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.