IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Aliansi Masyarakat Transparan NTB Tuntut Janji KPK, Foto Abraham Samad Dibakar

IndonesiaBicara.com-Mataram (23/12/13). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai ingkar janji karena belum juga menyelesaikan kasus besar skandal Bank Century.  KPK malah hanya menangani kasus kecil. Demikian disuarakan Aliansi Masyarakat Peduli Transparansi NTB. Sebanyak 50-an massa yang dikomandoi Majid ini berdemonstrasi di simpang empat Bank Indonesia Mataram.

Selain berorasi, mereka juga membakar foto ketua KPK Abraham Samad. Koordinator aksi, Majid mengatakan, hari ini tepat dua tahun kepemimpinan Abraham Samad di KPK. Pada 2010 lalu, Abraham telah berjanji untuk menyelesaikan kasus dugaan mega korupsi Bil Out Bank Century dalam jangka waktu setahun. Namun hingga akhir 2013 ini, kasus ini tak kunjung tuntas.
Sejumlah pihak termasuk Wakil Presiden Indonesia, Budiiono telah KPK dipanggil untuk diperiksa. Namun hingga kini KPK belum menyampaikan hasil pemeriksaan. Bahkan menetapkan tersangka dari dugaan korupsi yang merugikan uang rakyat senilai Rp 6,7 Triliun ini. “Abraham telah ingkar janji,” kata Majid, Senin (23/12).

KPK tidak tegas dan tidak berani menuntaskan kasus ini. Karena diduga pejabat negara banyak terlibat di pusaran skandal Bank Century yang kini berganti nama Bank Permata ini. Sebut saja Edy Baskoro Yudhoyono anak orang nomor satu di Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Edy hingga kini belum juga diperiksa. Padahal, banyak pihak yang mengatakan jika anak kedua Presiden RI ini menerima uang ribuan dolar dari petinggi Bank Century ketika itu.

Ia membanding penanganan kasus dugaan suap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Praya, Lombok Tengah. KPK hampir sebulan mengurus korupsi NTB. Padahal nilai dugaan korupsinya hanya Rp 200 juta. Bahkan Kajari Praya telah digelandang ke KPK. “Masih banyak kasus korupsi di Jakarta yang lebih besar. Kami sepakat kasus korupsi di NTB diberantas. Namun masih banyak kasus yang lebih besar seperti kasus Century,” ujarnya.

Hal senada diteriakan Maad Samad, menurutnya, KPK hanya berani membongkar kasus kecil seperti kasus Kajari Praya. KPK harus memenuhi janjinya keada masyarakat untuk membongkar kasus Century. Karena kasus tersebut lebih banyak mengambil uang masyarakat.

Usai berorasi, demonstrasi yang dimeriahkan kesenian tradisional gendang belek (gendang besar, kesenian adat sasak, warga Lombok, red) ini membakar spanduk dan pamlet foto Abraham Samad. Spanduk yang hampir terbakar kemudian berusaha dipadamkan Kasat Sabhara AKP Taufik. Namun massa tidak menghentikan usaha Taufik yang memadamkan api sehingga keributan tidak terjadi.(*)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 10 + 10 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.