IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Aksi KAMMI Daerah Bengkulu Sempat Ditolak Anggota DPRD

IndonesiaBicara–Bengkulu 9 September 2009. Gempa yang berkekuatan 7,3 pada skala Richter yang berpusat di Laut Hindia sekitar 142 km barat daya Tasikmalaya pada Rabu, 2 September 2009 juga membuat pengurus KAMMI Daerah Bengkulu untuk melakukan aksi kemanusiaan, setelah sebelumnya BEM UMB melakukan aksi penggalangan dana untuk korban gempa Tasikmalaya.

Dimulai dari tanggal 5 September hingga 8 September 2009 ini KAMMI Daerah Bengkulu tanpa mengenal lelah bergerak mengumpulkan dana bagi korban bencana gempa bumi di Tasikmalaya dengan dikoordinatori olehYudistira dan sebagai penanggung jawab kegiatan adalahYusliadi (Ketua KAMMI Daerah Bngkulu).

Penggalangan dana dilakukan diperhentian lampu merah dalam kota Bengkulu, di Kantor DPRD Kota, DPRD Provinsi, dan di Kantor Pemda Kota Bengkulu. “Namun yang sangat disayangkan oleh kami pada saat mendatangi Kantor DPRD Kota Bengkulu dan DPRD Provinsi, mereka yang telah dipilih dan telah menjadi wakil rakyat Provinsi Bengkulu saat ini tidak ada sedikitpun tersentuh hatinya dan tidak memiliki perasaan sebagai sesama umat manusia” ungkap Yusliadi (Ketua KAMMI Daerah Bengkulu) melalui Tadjudin (Kabid Kajian Strategis Daerah Bengkulu).

Ditambahkan oleh Tadjudin “Kami sempat diusir oleh Satpol PP DPRD Kota Bengkulu yang mengatakan dilarang meminta sumbangan dalam bentuk apapun, namun kami tetap bertahan agar bisa bertemu dengan anggota dewan. Pada saat kami ketemu anggota dewan pun kami tidak direspon sedikit pun, hanya 1-2 orang anggota dewan saja yang menghargai niat baik kami. Begitu juga dengan anggota dewan DPRD Provinsi pada saat kami datang kami pun ditolak dengan alasan anggota dewan sedang ada kegiatan, namun setelah kami bertahan, akhirnya kami diperbolehkan masuk.”

“Dana yang telah terkumpul pada saat ini berjumlah Rp 13.885.000,-, dan rencananya akan kami kirim secepatnya mengingat korban gempa Tasikmalaya sangat membutuhkan bantuan dalam bentuk apapun” ungkap Yusliadi. (Irn)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Berapa jumlah 6 + 11 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.