IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Akibat Jalan Rusak Enam Desa Terisolir

IndonesiaBicara-Unaaha, (23/03/10). Enam desa di Kecamatan Latoma terisolir akibat akses jalan rusak parah. Diantaranya, Desa Wowalatoma, Angonga, Andoluto, Amboniki, Pinole, dan Nesowi. Tekstur jalan semakin sukar ditembus roda dua, apalagi roda empat jika terjadi hujan. Desa Lalowata menuju Desa Nesowi misalnya, yang berjarak sekitar 50 kilometer, normalnya dapat dilalui sekitar dua jam maka ketika badan jalan diguyur hujan dapat dipastikan perjalanan ditempuh lebih lama.

Dampaknya, hasil bumi yang merupakan mata pencaharian warganya sukar dipasarkan. “Akhirnya kita terisolir. Kondisi itu, berpengaruh besar terhadap sewa ojek. Yang sebelumnya hanya Rp 50 ribu sekali antar ke Ibu Kota Unaaha, sekarang melonjak sampai Rp 100 ribu-Rp 150 ribu sekali antar, sementara pendapatan masyarakat hanya cukup untuk makan saja. Belum lagi kalau ada warga yang sakit mendadak tengah malam maka sewa ojek bisa melonjak lebih tinggi,” rinci Kades Nesowi, Abd Haris, Jumat (19/03).

Abd Haris berharap banyak agar Pemkab Konawe dan Pemda Sultra memperhatikan kondisi infrastruktur jalan di Kecamatan Latoma. “Kami memang mengharapkan perhatian khusus dari pemerintah. Tidak saja persoalan pembangunan infrastruktur jalan. Tetapi termasuk program bantuan stimulan di sektor peternakan dan perkebunan” terang Haris.

Hal senada diungkapkan Kades Lalowata, Abidin. Katanya, tekstur badan jalan itu diperparah dengan maraknya mobilitas roda empat yang mengangkut material untuk proyek PNPM. “Akhirnya, kebutuhan sehari-hari masyarakat sukar diperoleh. Karena kendaraan sukar tembus ke beberapa desa. Roda dua pun setengah mati. Untuk distribusi material keperluan proyek PNPM pun terkadang terhambat,” ujarnya.

“Untuk itu, kami mewakili masyarakat Kecamatan Latoma berharap anggota DPRD baik Konawe berasal Dapil IV maupun DPRD Provinsi Sultra asal Dapil Konawe berupaya mem-ploting anggaran untuk pembangunan jalan. Selama ini yang ada hanya pemeliharaan jalan sementara kalau hujan lebat maka badan jalan rusak berat. Jadi, sebisa mungkin di-plot-kan anggaran untuk peningkatan sehingga tidak rusak terus. Kalau pemeliharaan maka setiap hujan pasti jalan rusak,” ujar Abidin, kepada media saat ditemui di Unaaha, Jumat (19/03).

Anggota DPRD Konawe, Tahsan Tosepu yang dikonfirmasi terkait apakah ada ploting anggaran di APBD 2010 untuk pembenahan jalan di Kecamatan Latoma, justru sepakat dengan ide Abidin. “Kalau perlu harus diaspal, jangan melulu pemeliharaan saja. Sebab, banyak potensi SDA dan pertambangan di Kecamatan Latoma yang harus dikelola. Dan saya kira terkait permintaan masyarakat di Latoma ini untuk bebas dari keterisolasian,” ujar senator asal PKS ini.

“Kita juga di DPRD menginginkan agar keluhan masyarakat itu disampaikan secara tertulis. Disampaikan secara baik-baik agar kita tidak saling menyalahkan ke depannya. Saya juga tidak tahu apakah tahun ini dianggarkan atau tidak. Tetapi yang jelas dalam pembahasan di tingkat komisi, partai kami saling back-up. Kan pasti ada anggota kami dari PKS yang duduk di Komisi B, yang menangani soal pembangunan. Nanti saya konfirmasi kepada rekan saya yang ada di Komisi B,” jelas Tahsan saat ditemui diruang kerjanya, Senin (22/03). (KmK)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 5 + 9 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.