IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

AJI Suarakan Aspirasi Terkait Hari Buruh

AJI Kendari menyuarakan aspirasinya terkait Hari Buruh.

IndonesiaBicara-Kendari, (02/05/10). Puluhan wartawan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari menyuarakan aspirasinya terkait Hari Buruh se-Dunia di pelataran jalan raya MTQ Kota Kendari, aksi tersebut dilakukan sekitar 09.30 Wita, Sabtu Pagi (01/05).

Koordinator Aksi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari, Kiki Andi Pati dalam orasinya menyatakan Hari Buruh yang diperingati setiap tanggal 1 Mei, di tahun 2010 ini dapat disebut sebagai musim gugur pekerja media di Indonesia.

Jika pada kurun November 2008-April 2009, AJI mencatat hanya ada 100 pekerja media yang dipecat, kini data tersebut kian melonjak tajam. Berdasarkan data yang dihimpun AJI Indonesia, PHK massal dan skorsing bernuansa union busting (praktik pemberangusan serikat pekerja) melanda sedikitnya 217 pekerja stasiun TV Indosiar. PHK massal juga dialami 144 pekerja koran Berita Kota pasca diakuisisi Kelompok Kompas Gramedia (KKG), 50-an pekerja Suara Pembaruan dan Kelompok media grup Lippo lainnya, serta puluhan pekerja stasiun TV ANTV.

“Konflik ketenagakerjaan sebagai imbas dari ketidakjelasan aturan kerja hingga masalah kesejahteraan pun mulai bermunculan. Hal ini, misalnya, terjadi di Koran Jakarta hingga berujung pada pemogokan kerja sebagai kecil wartawannya,” tegas Kiki.

Disejumlah daerah kasus seperti ini juga terjadi, yaitu pada Mei 2009, 60 pekerja harian Aceh Independen menjadi korban PHK massal. Di Kendari, sejumlah pekerja Kendari TV juga dilaporkan mengalami nasib serupa, yang menjadi masalah, ketika pemecatan sepihak terjadi, situasinya kerap tidak menguntungkan kalangan pekerja. Disamping PHK massal, kondisi yang juga mengkhawatirkan adalah munculnya praktik pemberangusan serikat pekerja di sejumlah industri media, juga masih rendahnya upaya dan kesejahteraan jurnalis serta pekerja media di Indonesia.

Belum lagi masih ditemukan adanya jurnalis yang digaji di bawah standar upah minimum Kota/Kabupaten. Perkembangan industri media dewasa ini juga ditandai banyaknya jurnalis non-organik atau koresponden. Boleh dikatakan, koresponden merupakan golongan rentan dalam bisnis media. Acap kali koresponden bekerja dengan kontrak kerja yang tidak jelas serta tidak di cover jaminan asuransi atau kesehatan. Kaburnya standar upaya serta beban kerja yang tidak kalah tinggi menyebabkan koresponden didaerah bekerja dalam kondisi yang tidak terjamin oleh perusahaan. Hal itu masih diperunyam dengan jenjang karier yang juga buram. Kendati sudah mendedikasikan dirinya selama bertahun-tahun, status koresponden masih tidak kunjung jelas

Oleh karena itu, bertepatan Hari Buruh se-Dunia (Mayday) pada Sabtu, 1 Mei 2010, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Kendari akan membawa tiga tuntutan besar yakni Tolak PHK Massal, Hentikan Pemberangusan Serikat Pekerja, dan Berikan kesejahteraan. (KmK)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 6 + 9 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.