Pastor Paul T. Tandilintin: “Hentikan Konflik yang Banyak Memakan Korban”

Pastor Paul Tumayang Tandilintin dalam khotbahnya bagi para umat pada perayaan ibadah malam Natal di Gereja Santo Petrus dan Yohahes Argapura, Kota Jayapura, Papua, Jumat (24/12/2021),  mengatakan bahwa Natal menjadi momentum bagi semua umat Kristiani di Papua untuk merekatkan rasa persaudaraan. Hentikan konflik yang telah menelan banyak korban sepanjang tahun ini karena perbedaan ideologi.

Suasan Natal diberbagai kota di Papua sangat terasa meriah dan hangat. Masyarakat, baik penduduk lokal (Orang Asli Papua) serta para pendatang yang beragama Nasrani terlihat antusias merayakannya. Berbagai pernak-pernik dan alunan musik Natal dikumandangkan pada pusat-pusat keramaian. Suasana damai dan penuh kasih sangat terasa ditanah Papua.

Menyikapi fenomena tersebut, Sekertaris Eksekutif-NGO Makara Strategic Insight, Rahmat Saleh, S.Krim., M.Si, berpendapat bahwa momentum Natal dapat dijadikan sebagai titik awal maupun lembaran baru bagi Pemerintah pusat, khususnya aparatur militer didalam menyelesaikan permasalahan Papua. Pendekatan Humanis dan Diplomasi Militer yang digadang oleh Panglima yang baru, Jenderal Perkasa, dapat langsung diterapkan. Hal ini guna memaksimalkan euforia kasih dan damai Natal ditanah Papua.

 “Momentum Natal dapat dijadikan sebagai titik awal maupun lembaran baru bagi Pemerintah pusat, khususnya aparatur militer didalam menyelesaikan permasalahan Papua. Pendekatan Humanis dan Diplomasi Militer yang digadang oleh Panglima yang baru, dapat langsung diterapkan. Hal ini guna memaksimalkan euforia kasih dan damai Natal ditanah Papua”, ujarnya.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

What is 14 + 7 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.