IndonesiaBicara.Com-CIPUTAT (04/12/13). Jelang Hari Anti Korupsi 9 Desember 2013, mahasiswa gabungan dari tiga kampus di Jakarta dan Tangerang Selatan (Tangsel) yaitu Keluarga Besar Univ Muhammadiyah Jakarta, BEM STIKIP KN dan Keluarga Besar IISIP Jakarta, menggelar aksi unjukrasa menolak lupa terhadap kasus-kasus korupsi di Indonesia, di Depan Kampus STIE Ahmad Dahlan, Jl Raya Cirendeu, Ciputat Tangerang Selatan, (04/12)
.
Mereka meminta agar kasus korupsi di Indonesia diungkap sampai akar-akarnya dan pelakunya diadili seberat-beratnya.
“Kasus Korupsi sudah membuat rakyat sengsara, yang kaya makin kaya yang miskin semakin miskin dibuatnya”, ucap Mahasiswa Univ. Muhammadiyah Jakarta, Fahmi Saqoti
Mahasiswa mengajak masyarakat untuk ikut aksi unjukrasa besar-besaran pada 9 Desember 2013 memperingati hari anti korupsi.
Selain menyoroti kasus korupsi, gabungan tiga kampus ini juga menolak pelaksanaan Konferensi World Trade Organization (WTO) di Bali.
“Kami menolak penjajahan kembali kepada Indonesia, karena dengan adanya WTO maka produk produk luar akan semakin membanjiri negri ini dan semakin diperburuk dikarenakan tidak dikenakan pajak, sehingga produk buatan Indonesia semakin tersisihkan”, ucap Dedy Gunawan dari IISIP Jakarta.
Tuntutan terakhir dalam aksi hari ini adalah Adili dan hukum seberat-beratnya para pelaku kekarasan yang dilakukan oleh polisi kepada Mahasiswa dan rakyat yang berjuang.
“Mahasiswa menginginkan agar pelaku kekerasan terhadap mahasiswa maupun rakyat Indonesia harus dihukum berat, karena mahasiswa memperjuangkan kepentingan rakyat dalam setiap aksinya” pungkas Ahmad Ayi Jaisilah dari Kampus STIKIP KN (Rin)

Tinggalkan Balasan