BEM Unila Tolak Kenaikan BBM

IndonesiaBicara-Bandarlampung, (16/03/12). Pemerintah tidak punya kebijakan yang lebih solutif untuk rakyat. Alih-alih akan menyelamatkan rakyat, rencana penggelontoran BLT dalam bentuk BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat) justru akan menjadi politik pencitraan SBY.

“Kebijakan BLT justru akan menjadikan rakyat terus terjejali dengan hal-hal instan dan semakin tidak mandiri”. Demikian diungkapkan Asisten Menteri Sosial Politik Azam Sahroni dalam diskusi internal BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Unila (16/03).

Diskusi yang berlangsung di halaman belakang rektorat Unila ini dihadiri oleh puluhan pengurus dan anggota BEM Unila. Dalam diskusi ini, keluar beberapa solusi terkait rencana kenaikan BBM yang akan diterapkan awal April 2012 nanti. Salah satunya yakni pemerintah harus tegas membatasi penggunaan BBM untuk konsumtif dengan cara pembatasan kendaraan bermotor pribadi.

Untuk itu, pemerintah harus siap dan serius dalam menyediakan transportasi massal yang nyaman dan murah. Selain itu, pemerintah harus berani menerapkan regulasi agar jumlah kendaraan bermotor pribadi tidak tumbuh melonjak drastis tiap tahunnya.

Pemerintah selayaknya mampu membuat peraturan yang memperketat pemilikan dan penggunaan kendaraan bermotor. Salah satunya adalah pelarangan pelajar untuk mengendarai kendaraan bermotor ke sekolah, meskipun sudah memiliki SIM.

Mengakhiri diskusi, BEM Unila sepakat akan kembali melakukan aksi turun ke jalan untuk menyikapi kenaikan harga BBM. Seperti diketahui, sebelumnya BEM Unila telah melakukan aksi terkait kenaikan BBM bersama BEM Seluruh Indonesia pada awal Maret ini, dalam rangkaian acara Munas BEM SI. (goes)


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

What is 6 + 14 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.