IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

Jemaah Calon Haji KLU Secara Resmi Diberangkatan Oleh Wakil Bupati

Pelepasan Jemaah Calon Haji asal KLU, Rabu (27/10) kemarin di Masjid Besar Baiturrahman Tanjung oleh Wakil Bupati KLU,H Najmul Ahyar, SH, MH.

IndonesiaBicara-Lombok Utara, (28/10). Sejak pukul 06.00 Wita, Rabu (27/10) kemarin, sebanyak 87 orang jamaah calon haji asal Kabupaten Lombok Utara (KLU) dilepas oleh Wakil Bupati KLU, H Najmul Ahyar, SH, MH di Masjid Besar Baiturrahman Tanjung.

Jemaah calon haji ini berasal dari 5 Kecamatan yang ada di wilayah KLU dan terbagi dalam dua KBH yaitu kelompok Azzamzam dan kelompok Azziziah. Mereka diberangkatkan dengan 2 buah Bus Pemda, 1 Damri dan 2 Angkotan Pedesaan milik Pemda KLU.

Didepan seluruh jemaah calon haji dan perwakilan SKPD dan Camat, Wakil Bupati KLU mengingatkan kepada jemaah calon haji untuk benar-benar mengikuti proses pelaksanaan kegiatan dalam rangka mengerjakan ibadah haji di tanah suci Mekkah. Jangan sampai lalai terhadap seluruh rangkaian kegiatan dan tetap saling berkomunikasi dengan ketua kelompok serta menjaga kebersamaan. Manasik haji sudah dilakukan oleh seluruh jemaah calon haji secara teratur dan diyakini bahwa seluruh jemaah calon haji mengetahui apa yang harus dilakukan.

Selanjutnya Najmul Ahyat menyampaikan kepada seluruh jemaah calon haji agar jangan sampai ada niat lain kecuali karena Allah SWT semata dan bukan karena faktor yang lain. Manfaatkan waktu sebaik-baiknya agar seluruh rangkaian kegiatan dalam proses pelaksanaan haji dapat dijalani dengan baik dan menjadi haji yang mabrur.

Kepada ketua kelompok, dalam kesempatan ini H Najmul Ahyar juga berpesan untuk memperhatikan anggotanya masing-masing. “Kalau ada gangguan kesehatan, anggotanya supaya segera ditangani”, ungkapnya.

H Najmul Ahyar, juga menitipkan do’a kepada jemaah calon haji agar sesampai di tanah suci Mekkah nanti jangan lupa berdoa untuk kemaslahatan masyarakat KLU yang saat ini sedang merintis berbagai kegiatan pembangunan.

Di tempat terpisah, H Akmal yang berasal dari Gili Trawangan merasa kecewa dengan pelayanan untuk jemaah calon haji yang sebagian menggunakan Bus Pemda, sedangkan sebagian lagi menggunakan angkutan pedesaan. Ia khawatir dengan kondisi keluarganya yang turut serta dalam rombongan tersebut tidak nyaman dalam perjalanan menuju Mataram dengan menggunakan sarana angkutan pedesaan. Semestinya jangan dibedakan antara jemaah calon haji yang satu dengan yang lainnya. Ia juga berharap kepada pemerintah untuk lebih baik dalam melayani mereka. (pul)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 10 + 10 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.