IndonesiaBicara - Jurnalisme Independen Rakyat Indonesia

104 M Sudah Diserap, Tak Ada Istilah Mubazir Atau Mangkrak

IndonesiaBicara-Amlapura (17/02/20. Pembangunan mega proyek dermaga kapal pesiar Tanah Ampo Manggis Karangasem merupakan salah satu ikon pembangunan yang bukan hanya untuk Karangasem, tetapi juga untuk Bali bahkan Indonesia. Dermaga tersebut merupakan satu-satunya fasilitas infrastruktur dermaga kapal pesiar yang dibangun di Indonesia. Untuk itu Pemerintah Pusat melalui Kementrian Perhubungan dan Bappenas bertekad penuh untuk bisa menyelesaikan pembangunan fisik dermaga sesuai arahan Presiden SBY usai melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Karangasem beberapa waktu yang lalu.

Menurut Kadis Perhubungan Kabupaten Karangasem, Ida Bagus Putu Swastika, tidak ada yang perlu dikhawatirkan apalagi diasumsikan mubazir ataupun mangkrak atas pembangunan dermaga kapal pesiar tersebut, karena proyek ini sepenuhnya ada ditangan Pemerintah Pusat dan sudah melampaui tahap pembangunan yang menelan anggaran relatif besar yakni mencapai Rp 104 milyar.

Pemerintah tidak mungkin salah menetapkan prioritas pembangunan yang sudah berdasarkan kajian teknis lengkap yakni Feasibility Study, Detail Engineering Design, Amdal maupun pengujian lainnya.

Pembangunan dermaga masih akan terus berjalan sebab setiap langkah penentuan dan penetapan anggaran yang harus akan dikucurkan setiap tahunnya oleh Pemerintah telah berdasarkan kajian teknis yang matang.

Staf Ahli pembangunan dermaga, I Gusti Ketut Sadia, menyatakan sesuai hasil pertemuan dengan Kementrian Perhubungan dan pihak Bappenas di Jakarta, pembangunan dermaga kapal pesiar sepenuhnya akan dibiayai oleh Pemerintah Pusat melalui APBN-P tahun anggaran 2011 atau paling lambat hingga APBN-Induk 2012.

Di tahun 2011 dermaga diharapkan sudah bisa dimanfaatkan sementara dengan menggunakan ponton. Untuk pembiayaan pengadaan ponton direncanakan dari APBD-P tahun 2011 sekitar Rp 400–500 juta.

Mengenai kedangkalan dermaga, disebutkan Sadia, posisi awal dermaga berada di kedalaman 7,5 meter dan tidak berpengaruh karena ujung dermaga berada pada kedalaman 16 meter. Bahkan jika nantinya ada perpanjangan dermaga hingga 350 meter, kedalaman sudah mencapai 20 meter.

Untuk sandaran kapal di dermaga diperlukan panjang dermaga hanya 2/3 dari panjang kapal sehingga untuk dermaga yang ada sekarang sebetulnya sudah bisa disandari kapal-kapal sedang dengan panjang 200 meter.

Sedangkan untuk kapal besar diperlukan menambah lagi sehingga syarat 2/3 itu terpenuhi. Disamping itu yang terpenting lagi ialah persyaratan kepemilikan sertifikat ISPS-Code menyangkut keselamatan kapal yang harus segera diperoleh.

Untuk tujuan sertifikasi tersebut tahun ini sudah anggarannya, sehingga paling tidak pada pertengahan tahun ini persyaratan tersebut sudah bisa dipenuhi. Kapal-kapal pesiar yang hendak masuk dermaga Tanah Ampo pasca usainya pembangunan ponton nanti sudah bisa dioperasikan, jelas Sadia.

Terkait adanya pengalihan berlabuhnya tiga kapal pesiar yakni MV Legend of the Seas yang datang pada 21 Pebruari dan 1 Maret 2011 serta MS Artemis yang merencanakan lego jangkar 2 Maret 2011, dari Pelabuhan Padang Bay yang semula sudah tercatat terjadwal, mengalih berlabuh ke Pelabuhan Benoa, dikatakan Sadia, sama sekali tidak ada kaitannya dengan kondisi pelabuhan saat ini, tetapi murni karena kemauan kapal dimaksud. (Din/*)

Tinggalkan Balasan

 

 

 

Anda dapat menggunakan penanda HTML berikut

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

What is 14 + 5 ?
Please leave these two fields as-is:
PENTING! Untuk melanjutkan Anda harus menjawab pertanyan di atas.